Putri, Maria Widya Tasika (2026) IDENTIFIKASI SENYAWA VOLATIL PADA KENTANG KULTIVAR GRANOLA DAN ATLANTIK PASCA PENGOLAHAN KUKUS MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAPHY- MASS SPECTROMETRY (GC-MS). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover-BAB 3_23020121140120_Maria Widya Tasika Putri_Skripsi Final.pdf - Published Version Download (914kB) |
|
|
Text
BAB 4-Dafpus_23020121140120_Maria Widya Tasika Putri_Skripsi Final.pdf - Published Version Download (687kB) |
|
|
Text
Lampiran-riwayat hidup_23020121140120_Maria Widya Tasika Putri_Skripsi Final.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (760kB) |
Abstract
RINGKASAN
MARIA WIDYA TASIKA PUTRI. 23020121140120. 2025. Identifikasi Senyawa Volatil pada Kentang Kultivar Granola dan Atlantik Pasca Pengolahan Kukus Menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). (Pembimbing: SETYA BUDI MUHAMMAD ABDUH dan SWASTIKA DEWI).
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas pangan utama dunia yang kaya karbohidrat, dengan kultivar Granola dan Atlantik sebagai yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Pengolahan kentang dengan metode pengukusan berpotensi mengubah komposisi senyawa volatil yang terkandung di dalamnya, sehingga turut memengaruhi karakteristik flavor yang dihasilkan oleh masing-masing kultivar.
Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan, mulai September 2024 hingga Februari 2025, bertempat di Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan serta Laboratorium Rekayasa Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, dan Laboratorium Flavor Balai Besar Pengujian
Standar Instrumen Padi, Subang. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi senyawa volatil pada kentang kultivar Atlantik dan Granola pasca pengolahan kukus dengan analisis Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Bahan utama yang digunakan meliputi kentang segar yang diperoleh dari petani di Kabupaten Magelang, air, aquades, NaCl, helium, aqueous saline, serat SPME DVB/CAR/PDMS. Peralatan utama yang digunakan mencakup wadah baskom, mangkuk, peeler, talenan, pisau, alat pemotong kentang (Kris Home), hot plate, magnetic stirrer, gelas beker, timbangan analitik, sendok, alat pengukus, ice gel, plastic wrap, bubble wrap, kardus packing, botol vial (25 ml), SPME fiber DVB/CAR/PDMS (2 cm), GC Agilent 7890A, MS Agilent 5975C XL EI/CI with Triple Axis Detector, Injektor GC, Kolom HP-5MS (30 m × 250 µm × 0.25 µm), oven GC, dan library NIST23. Tahapan penelitian meliputi pencucian bahan, pemotongan, pemasakan menggunakan pengukus, preparasi sampel, hingga proses pengiriman. Ekstraksi senyawa volatil dilakukan dengan metode HS-SPME, sedangkan identifikasinya menggunakan GC-MS. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenChrom versi 5.1.2 (McLafferty) dan Microsoft Excel 2021, dengan interpretasi hasil dilakukan secara deskriptif.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengolahan kentang kultivar Granola dan Atlantik pasca pengolahan kukus menimbulkan perubahan pada komposisi senyawa volatilnya. Kedua kultivar menunjukkan perbedaan konsentrasi senyawa yang cukup jelas. Kentang kultivar Atlantik tidak mengandung senyawa furan. Selain itu, kadar senyawa aldehid, alkohol, eter heterosiklik, dan fenol pada kultivar Granola tercatat lebih tinggi dibandingkan pada kultivar Atlantik. Variasi ini mengindikasikan bahwa masing masing kultivar menghasilkan profil flavor yang berbeda setelah mengalami perlakuan kukus.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Food Technology |
| Depositing User: | S1 Teknologi Pangan Undip |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:37 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
