Wandani, Tri Zahra Desvina (2026) RENDEMEN (YIELD), AKTIVITAS, pH OPTIMAL, DAN SUHU OPTIMAL ENZIM PEKTIN METIL ESTERASE KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA DAN ATLANTIK. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Tri Zahra Desvina Wandani_COVER - BAB 3.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
Tri Zahra Desvina Wandani_BAB 4 - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (313kB) |
|
|
Text
Tri Zahra Desvina Wandani_Lampiran - Riwayat Hidup.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (714kB) |
Abstract
RINGKASAN
TRI ZAHRA DESVINA WANDANI. 23020121120022. 2026. Rendemen (Yield), Aktivitas, pH Optimal, dan Suhu Optimal Enzim Pektin Metil Esterase Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola dan Atlantik. (Pembimbing: SETYA BUDI MUHAMMAD ABDUH dan SRI MULYANI).
Enzim Pektin Metil Esterase (PME) berperan sebagai katalisator pada proses demetilesterifikasi jaringan pektin yang merupakan penentu tekstur dari komoditas hortikultura, seperti kentang. Kentang Granola dan Atlantik merupakan varietas yang umum dibudidayakan dan dimanfaatkan di Indonesia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan varietas kentang dapat memengaruhi rendemen, aktivitas, pH optimal serta suhu optimal dari enzim PME yang terkandung di dalamnya.
Penelitian berlangsung selama 9 bulan dari Mei 2024 hingga Februari 2025 di Laboratorium Rekayasa Pangan dan Hasil Pertanian serta Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan Universitas Diponegoro. Penelitian dimulai dengan ekstraksi PME untuk dihitung rendemennya dan dilanjutkan pengujian aktivitas enzim PME pada rentang pH 7-11 dan suhu 25oC, 40oC, 50oC, dan 60oC dengan 3 kali ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen crude enzyme PME pada varietas Granola dan Atlantik masing-masing sebesar 0,5177% dan 2,3992%. Aktivitas enzim pada pH 7 berturut-turut 0,0232 dan 0,0131 unit/ml, pada pH 8 menjadi 0,1047 dan 0,2675 unit/ml, kemudian pada pH 9 meningkat menjadi 0,4303 dan 0,3178 unit/ml, pada pH 10 aktivitas enzim mencapai 0,4647 dan
0,6035 unit/ml, hingga akhirnya aktivitas tertinggi diperoleh pada pH 11 yaitu sebesar 0,8451 dan 0,8543 unit/ml. Pengujian suhu pada varietas Granola menunjukkan aktivitas tertinggi pada suhu 25oC yaitu sebesar 0,0911 unit/ml kemudian terus menurun pada suhu 40oC, 50oC, dan 60oC menjadi 0,0164; 0,0139; 0,0111 unit/ml. Begitupun dengan varietas Atlantik yang memiliki aktivitas tertinggi di suhu 25oC yaitu sebesar 0,1042 unit/ml dan mengalami penurunan berturut-turut pada suhu 40oC, 50oC, dan 60oC menjadi 0,0750; 0,0036, dan 0,0037 unit/ml.
Simpulan dari penelitian ini adalah rendemen crude enzyme PME Atlantik lebih besar dibandingkan Granola, aktivitas crude enzyme PME secara keseluruhan lebih besar pada varietas Atlantik, pH optimal dan suhu optimal crude enzyme PME kedua varietas sama, yaitu pH 11 dan suhu 25oC.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Food Technology |
| Depositing User: | S1 Teknologi Pangan Undip |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:07 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58987 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
