Search for collections on Undip Repository

Isolasi Senyawa Sterol dan Uji Aktivitas Antibakteri Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Fraksi n-Heksana

Rahmadani, Anisa (2025) Isolasi Senyawa Sterol dan Uji Aktivitas Antibakteri Daun Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Fraksi n-Heksana. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (169kB)
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (169kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (87kB)
[thumbnail of 5. DAFTAR ISI.pdf] Text
5. DAFTAR ISI.pdf

Download (272kB)
[thumbnail of 9. RINGKASAN.pdf] Text
9. RINGKASAN.pdf

Download (249kB)
[thumbnail of 10. SUMMARY.pdf] Text
10. SUMMARY.pdf

Download (248kB)
[thumbnail of 11. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (279kB)
[thumbnail of 16. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (271kB)

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dikenal sebagai tanaman yang
banyak tumbuh di Indonesia dan mengandung berbagai metabolit sekunder,
salah satunya steroid. Penelitian pada spesies lain, Amaranthus spinosus,
menunjukkan bahwa fraksi n-heksana dapat menghasilkan beberapa metabolit
sekunder non-polar, termasuk sterol. Sterol merupakan salah satu golongan
steroid yang memiliki gugus hidroksil (-OH) pada struktur intinya dan banyak
ditemukan pada tumbuhan sebagai fitosterol. Seiring dengan meningkatnya
resistensi bakteri terhadap antibiotik sintesis, kebutuhan akan sumber senyawa
bioaktif alami yang berpotensi sebagai antibakteri pun semakin meningkat.
Penelitian mengenai aktivitas antibakteri oleh fraksi n-heksana dari tanaman
telah banyak dilakukan. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji
aktivitas antibakteri fraksi n-heksana bayam merah belum pernah dilaporkan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi senyawa sterol dari fraksi nheksana daun bayam merah serta menguji aktivitas antibakterinya.
Proses penelitian meliputi determinasi tanaman, preparasi sampel,
skrining fitokimia, ekstraksi dan fraksinasi untuk memperoleh fraksi n-heksana
yang selanjutnya diuji aktivitas antibakterinya. Aktivitas antibakteri diuji
terhadap bakteri uji menggunakan metode difusi sumuran yang sesuai untuk
menentukan potensi daya hambat senyawa yang ada dalam fraksi n-heksana.
Fraksi n-heksana diisolasi dengan pemisahan menggunakan kromatografi
kolom gravitasi, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan KLT preparatif untuk
memperoleh senyawa sterol. Isolat yang dihasilkan diuji kemurniannya dengan
KLT dan diidentifikasi menggunakan Liquid Chromatography-Mass
Spectrometry (LC-MS).
Hasil uji fitokimia yang telah dilakukan menunjukkan bahwa daun
bayam merah mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan
triterpenoid. Maserasi daun bayam merah menghasilkan ekstrak etanol dengan
rendemen 6,97% dan fraksi n-heksana dengan rendemen 4,96%. Hasil uji
antibakteri menunjukkan bahwa fraksi n-heksana memiliki aktivitas antibakteri
terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan zona hambat
terbesar terjadi pada masa inkubasi 12 jam sebesar 12,00 mm dan 10,50 mm
pada variasi konsentrasi tertinggi. Berdasarkan hasil KLT, respon positif
terhadap pereaksi Liebermann–Burchard, serta karakterisasi LC-MS, isolat
menunjukkan dugaan mengandung senyawa steroid berupa sterol golongan
fitosterol, yang memiliki kemiripan dengan spinasterol.

(NO KETERSEDIAAN : 2602/C/2026)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 10 Aug 2026 07:03
Last Modified: 10 Aug 2026 07:03
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58876

Actions (login required)

View Item View Item