Nogiana, Safira (2026) PERGESERAN IDENTITAS PEGAWAI WARUNG TEGAL KHARISMA BAHARI DI TEMBALANG DAN BANYUMANIK. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA632 Safira Nogiana 13040219130081 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA632 Safira Nogiana 13040219130081 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA632 Safira Nogiana 13040219130081 OK_3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA632 Safira Nogiana 13040219130081 OK_4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA632 Safira Nogiana 13040219130081 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Identitas secara umum dipahami sebagai karakteristik penanda diri yang menjadi
pembeda dengan individu atau kelompok lain. Dalam perspektif antropologi,
sebagaimana yang dijelaskan oleh Clifford Geertz, identitas terbentuk melalui
sistem simbol yang diinterpretasikan dalam kehidupan sosial. Dengan demikian,
identitas bersifat dinamis dan senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan
keadaan yang ada. Pergeseran identitas dapat ditemukan dalam berbagai kasus,
seperti perubahan identitas etnis dalam masyarakat urban, transformasi identitas
pekerja migran, hingga komodifikasi identitas dalam industri pariwisata, kuliner,
dan lain sebagainya. Seperti yang terjadi pada pergeseran identitas pegawai Warung
Tegal (warteg) Kharisma Bahari di Tembalang dan Banyumanik, yang mana
identitas kedaerahan yang semula melekat kuat mengalami perubahan dan menjadi
lebih fleksibel. Warteg Kharisma Bahari tidak lagi menjadi identitas kedaerahan,
namun telah bergeser maknanya menjadi komoditas untuk menghasilkan uang.
Pegawai warteg yang dahulu diharuskan berasal dari Tegal, kini dapat berasal dari
mana saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
pergeseran identitas pegawai Warteg Kharisma Bahari di Tembalang dan
Banyumanik dapat terjadi serta bagaimana cara pegawai menghadapi pergeseran
identitas tersebut, dengan menggunakan teori interpretivisme simbolik dari Clifford
Geertz dan identity vs role confusion dari Erik H. Erikson. Penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografis dan teknik purposive sampling
untuk menentukan informan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi
komodifikasi pada Warteg Kharisma Bahari di Tembalang dan Banyumanik.
Makna ‘Tegal’ pada warteg tidak lagi menunjukkan identitas kedaerahan, namun
bergeser menjadi komoditas yang dapat dijual untuk menghasilkan uang.
Kata kunci: Warteg, Tegal, pegawai, identitas, komodifikasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Warteg, Tegal, pegawai, identitas, komodifikasi |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:02 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58744 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
