Syandi, Alfin Ahmad (2026) PENGASUHAN CUCU OLEH NENEK DALAM LENSA TRIGENERATIONAL CARE CIRCUITS: STUDI KASUS PADA KELUARGA MIGRAN PEREMPUAN DI DESA WANGUK, KABUPATEN INDRAMAYU. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SA664 Alfin Ahmad Syandi 13040222140130 OK_1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SA664 Alfin Ahmad Syandi 13040222140130 OK_2.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA664 Alfin Ahmad Syandi 13040222140130 OK_3.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA664 Alfin Ahmad Syandi 13040222140130 OK_4.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SA664 Alfin Ahmad Syandi 13040222140130 OK.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Migrasi internasional perempuan dari Kabupaten Indramayu telah menjadi fenomena
sosial yang mengakar kuat. Sebagai salah satu kabupaten pengirim pekerja migran
terbesar di Indonesia, kepergian ibu sebagai figur sentral keluarga menciptakan
kekosongan pengasuhan yang seharusnya menjadi tanggung jawab seorang ayah
namun pada kenyataannya hampir selalu dibebankan kepada nenek, bukan kepada
ayah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana migrasi
perempuan menmpatkan nenek sebagai pengasuh utama cucu serta bagaimana
pengalaman nenek memaknai peran pengasuhan cucu tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk mencari tahu bagaimana migrasi internasional yang dilakukan perempuan di
Desa Wanguk membentuk ulang struktur pengasuhan dalam keluarga dan memahami
pengalaman subjektif perempuan lansia dalam menjalankan dan memaknai peran
pengasuhan tersebut apakah mereka melihatnya sebagai bentuk obligasi, ataukah
sebagai pengalaman yang ditafsirkan secara berbeda melalui lensa relasi keluarga dan
gender yang berlaku dalam sistem kekerabatan lokal. Menggunakan pendekatan
etnografi melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap delapan
informan perempuan lansia yang saat ini masih aktif menjalani penasuhan terhadap
cucunya di Desa Wanguk, penelitian ini bertumpu pada konsep trigenerational care
circuits. Temuan menunjukkan bahwa pelimpahan pengasuhan kepada nenek ditopang
oleh tiga hal yang saling melegitimasi posisi nenek: ayah yang mengalami gagap
adaptasi, peran nenek yang sudah aktif dalam pengasuhan sebelum terjadi migrasi,
serta nilai budaya lokal eman yang sekaligus berfungsi sebagai sistem jaminan sosial
informal antargenerasi. Pola pengasuhan bersifat siklikal lintas generasi, di mana
banyak nenek yang kini mengasuh cucu adalah mantan pekerja migran yang di masa
mudanya juga pernah meninggalkan anak kandung mereka sehingga meski para nenek
melakukan pengasuhan secara terpaksa, namun mereka sudah siap dengan peran yang
dijalani.
Kata Kunci: perempuan lansia, trigenerational care circuits, praktek pengasuhan,
pekerja migran, family left-behind
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perempuan lansia, trigenerational care circuits, praktek pengasuhan, pekerja migran, family left-behind |
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Mr Dwi Widaryanto FIB |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 05:54 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 05:54 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58743 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
