Search for collections on Undip Repository

KETIDAKADILAN GENDER DALAM ANIME KAICHOU WA MEIDO SAMA KARYA SUTRADARA HIROAKI SAKURAI 桜井 弘明 監督のアニメ『会長はメイド様!』における 女性に対するジェンダー不公平の表現

Kholifah, Nurul (2026) KETIDAKADILAN GENDER DALAM ANIME KAICHOU WA MEIDO SAMA KARYA SUTRADARA HIROAKI SAKURAI 桜井 弘明 監督のアニメ『会長はメイド様!』における 女性に対するジェンダー不公平の表現. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of Draft Skripsi_Nurul Kholifah FINAL.pdf] Text
Draft Skripsi_Nurul Kholifah FINAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kholifah, Nurul. 2026. “Ketidakadilan Gender dalam Anime Kaichou wa Meido Sama Karya Sutradara Hiroaki Sakurai”. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Semarang. Dosen Pembimbing Fajria Noviana, S.S., M.Hum.
Ketidakadilan gender masih menjadi permasalahan di berbagai negara, baik di negara berkembang juga negara maju, seperti Jepang. Isu mengenai ketidakadilan gender sering kali diangkat ke dalam salah satu jenis karya sastra Jepang berupa anime, salah satunya dalam anime Kaichou wa Meido Sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur naratif anime, mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidakadilan gender gender, serta menjelaskan upaya yang dilakukan tokoh-tokoh perempuan dalam melawan ketidakadilan tersebut. Penelitian akan disajikan secara deskriptif dan menggunakan metode sosiologi sebagai metode utama dan metode naratif sebagai metode pendukung. Analisis struktur anime dilakukan berdasarkan teori struktur naratif film oleh Himawan Pratista yang meliputi naratif dengan ruang naratif dengan waktu dan struktur tiga babak. Sementara itu, analisis ketidakadilan gender dalam anime dilakukan berdasarkan teori manifestasi ketidakadilan gender oleh Mansour Fakih yang meliputi lima bentuk ketidakadilan. Hasil analisis menunjukan terdapat tujuh tempat yang menjadi latar terjadinya ketidakadilan gender dalam anime, yaitu SMA Seika, Maid Latte, ruang kelas 2-3, SMA Miyabigaoka, Sun Vaca Café, lapangan SMA Seika, dan Beach House. Anime ini menggunakan pola linier dengan durasi cerita sekitar delapan bulan. Selain itu, perkembangan alur cerita terbagi menjadi tahap persiapan, konfrontasi, dan resolusi. Berdasarkan teori manifestasi ketidakadilan gender oleh Mansour Fakih, tokoh-tokoh perempuan dalam anime ini menerima lima bentuk ketidakadilan, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, dan beban kerja ganda. Selain itu, tokoh-tokoh perempuan dalam anime tidak tinggal diam saat menerima ketidakadilan dan melakukan perlawanan semampu mereka. Upaya tersebut memberikan dampak positif berupa perubahan sikap beberapa pelaku dan menciptakan kondisi yang lebih baik.
Kata kunci: ketidakadilan gender, perlawanan perempuan, anime Kaichou wa Meido Sama

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 06 Aug 2026 03:42
Last Modified: 06 Aug 2026 03:42
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58635

Actions (login required)

View Item View Item