RINDHAHAYUNINGPINTRA, NURIKE and Sukinta, Sukinta and Baskoro, Bambang Dwi (2018) THE RIGHT TO REMAIN SILENT DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGINGKARAN TERDAKWA TERHADAP BERITA ACARA PEMERIKSAAN (BAP)PENDAHULUAN DI DALAM PEMERIKSAAN DI TINGKAT PENGADILAN. _006 Acara 2018. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (272kB) |
|
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_ABSTRAK.pdf Download (6kB) |
|
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (105kB) |
|
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (215kB) |
|
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (59kB) |
|
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (182kB) |
|
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (55kB) |
|
|
Text
NURIKE RINDHAHAYUNINGPINTRA_DAFPUS.pdf Download (85kB) |
Abstract
Indonesia sebagai Negara Hukum menunjukkan bahwa hukum merupakan salah satu aspek kehidupan yang tidak luput dari campur tangan manusia. Melihat hal tersebut pengingkaran terdakwa di dalam pemeriksaan di tingkat pengadilan memunculkan tindakan pencabutan BAP kepada Hakim yang disertai alasan menyangkut dengan hak tersangka saat melakukan proses penyidikan. Hak tersangka yang dimaksud penulis adalah hak diam atau the right to remain silent. Dari hal tersebut permasalahan yang penulis bahas dalam penulisan hukum ini adalah pertama, implementasi dari the right to remain silent dengan sistem peradilan pidana Indonesia. Kedua, relevansinya pengingkaran terdakwa di dalam penyidikan dengan the right to remain silent, dan ketiga contoh dari putusan pengadilan mengenai penerapan the right to remain silent.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yang didukung dengan data empiris atau data lapangan.Data diperoleh dari data sekunder.Data dianalisis secara kualitatif dan kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian dalam penulisan hukum ini menggambarkan mengenai pelaksanaan dari the right to remain silent dalam sistem peradilan pidana Indonesia dimana menyangkut dengan dasar hukum dan penerapannya serta relevansi dari pengingkaran terdakwa di dalam penyidikan dengan the right to remain silent. Kemudian juga menggambarkan tentang contoh putusan dari penerapan the right to remain silent yang terjadi di dalam pemeriksaan di sidang pengadilan.
Pencabutan BAP oleh Terdakwa menunjukkan bahwa integritas dari Penyidik yang sangat rendah. Sehingga sangat penting bagi aparat penegak hukum mengenai eksistensi dari pencabutan BAP dengan alasan terdakwa yang melatarbelakanginya, dimana tidak sepenuhnya dapat dipercaya. Mengingat pengakuan terdakwa merupakan salah satu alat bukti yang sah bagi jaksa sebagai dasar adanya penangkapan dan/atau penahanan hingga muncul adanya dakwaan di persidangan.
Kata Kunci : Hak Tersangka, Pencabutan BAP, Penyidikan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hak Tersangka, Pencabutan BAP, Penyidikan |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 07:00 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 07:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58618 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
