Search for collections on Undip Repository

KONSEP AMAE PADA CARA INTERAKSI PENGGEMAR JKT48 TERHADAP IDOLANYA: STUDI KASUS PADA DUA PENGGEMAR AKTIF JKT48 JKT48ファンとアイドルの関わり方における甘えの概念: JKT48ファン2名を対象とした事例研究

Jihanara, Vera Dewi (2026) KONSEP AMAE PADA CARA INTERAKSI PENGGEMAR JKT48 TERHADAP IDOLANYA: STUDI KASUS PADA DUA PENGGEMAR AKTIF JKT48 JKT48ファンとアイドルの関わり方における甘えの概念: JKT48ファン2名を対象とした事例研究. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of FINAL DRAFT SETELAH REVISI.pdf] Text
FINAL DRAFT SETELAH REVISI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Jihanara, Vera Dewi, 2026. “Konsep Amae pada Cara Interaksi Penggemar JKT48 dengan Idolanya: Studi Kasus pada Dua Penggemar Aktif JKT48”, Skripsi, Program Studi S-1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang. Dosen Pembimbing: Dewi Saraswati Sakariah, S.S., M.Si.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena fandom JKT48 di Indonesia yang menunjukkan keterlibatan emosional penggemar yang tinggi, ditandai dengan partisipasi aktif dalam berbagai event, dukungan finansial, serta terbentuknya hubungan yang dirasakan personal dengan idol. Sebagai sister group AKB48, JKT48 mengadopsi sistem “idola yang bisa ditemui” yang secara struktural mendorong kedekatan antara idol dan penggemar. Dalam konteks budaya Jepang, fenomena ini berkaitan erat dengan konsep amae, yaitu ketergantungan emosional yang menyenangkan terhadap sosok yang dikagumi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis manifestasi konsep amae dalam interaksi penggemar dengan idol, serta memahami hubungan tersebut melalui kerangka interaksi parasosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus ganda. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap dua penggemar aktif JKT48, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan analisis dalam kasus dan lintas kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa amae teraktualisasi secara nyata dalam interaksi penggemar dengan idol. Bentuk amaeru terlihat pada keinginan penggemar untuk diingat dan diakui secara personal, sedangkan amayakasu tercermin dalam respons idol melalui gestur-gestur kecil yang bermakna sebagai bentuk pengakuan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa amae dan interaksi parasosial memiliki hubungan yang saling melengkapi, di mana amae menjadi muatan emosional, sedangkan interaksi parasosial menjadi kerangka relasionalnya. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep amae memiliki relevansi lintas budaya dalam konteks konsumsi budaya populer Jepang di Indonesia.
Kata kunci: amae; interaksi parasosial; JKT48; penggemar idol; studi kasus

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 05 Aug 2026 04:12
Last Modified: 05 Aug 2026 04:12
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58542

Actions (login required)

View Item View Item