Search for collections on Undip Repository

MAKNA MASKULINITAS KARAKTER BISHOUNEN: STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP PENONTON ANIME KIMI NI TODOKE アニメ『君に届け』における美少年キャラクターの男性性の解釈 ―インドネシアの女性視聴者への現象学的研究―

Dewanti, Rafika Aisha (2026) MAKNA MASKULINITAS KARAKTER BISHOUNEN: STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP PENONTON ANIME KIMI NI TODOKE アニメ『君に届け』における美少年キャラクターの男性性の解釈 ―インドネシアの女性視聴者への現象学的研究―. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of Makna Maskulinitas Bishounen_Skripsi_Rafika_Revisi Pasca Sidang.pdf] Text
Makna Maskulinitas Bishounen_Skripsi_Rafika_Revisi Pasca Sidang.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (47MB)

Abstract

Dewanti, Rafika Aisha, 2026. “Makna Maskulinitas Karakter Bishounen: Studi
Fenomenologi Terhadap Penonton Anime Kimi Ni Todoke”, Tugas Akhir, Program
Studi S-1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas
Diponegoro, Semarang. Dosen Pembimbing: Nisia Nur Dwi Agusta, S.Hum., M.Si.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penonton anime
Kimi ni Todoke memaknai karakter bishounen serta menganalisis pandangan penonton
terhadap maskulinitas bishounen. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap lima informan
perempuan penggemar anime shoujo. Teori utama yang digunakan adalah teori
maskulinitas hegemonik R.W. Connell (1995, 2005) serta teori resepsi media Stuart
Hall (1980), dengan konsep pendukung bishounen dari McLelland (2005), Saito (2011),
Ho (2023), serta konsep female gaze dari Mulvey (1975) dan Shamoon (2012).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memahami bishounen sebagai
laki-laki yang lembut, perhatian, dan tidak menyembunyikan emosi. Karakter
Kazehaya sebagai bishounen merepresentasikan maskulinitas alternatif yang berbeda
dari konstruksi maskulin tradisional melalui wajah halus, tubuh ramping, dan sifat
lembut. Informan menunjukkan variasi dalam menerima makna yang dibuat oleh
pembuat anime, mulai dari menerima gambaran visual bishounen secara utuh,
memodifikasi makna maskulinitas dengan nilai-nilai pribadi, hingga menolak
klasifikasi bishounen karena sifat yang dianggap maskulin. Informan mengalami
pergeseran pandangan dari maskulinitas tradisional yang identik dengan kekuatan fisik
dan dominasi menuju pemahaman maskulinitas fleksibel yang mengedepankan
kelembutan dan keterbukaan emosional. Penonton menempatkan maskulinitas
bishounen pada posisi tengah dalam spektrum maskulinitas, yakni berbeda dari
maskulinitas dominan namun tetap diakui sebagai bentuk maskulinitas yang sah. Genre
shoujo berfungsi sebagai ruang imajinatif bagi perempuan untuk menegosiasikan ulang
makna maskulinitas di luar standar maskulinitas tradisional masyarakat.
Kata kunci: bishounen; maskulinitas; anime shoujo; Kimi ni Todoke; maskulinitas
hegemonik; fenomenologi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 05 Aug 2026 03:49
Last Modified: 05 Aug 2026 03:49
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58534

Actions (login required)

View Item View Item