AFRILIYANTI, VERA (2026) ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN ASPIRASI NELAYAN DI KECAMATAN KARANGTENGAH TERHADAP PROGRAM TANGGUL LAUT DI PESISIR KABUPATEN DEMAK (26dpt445). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
VERA AFRILIYANTI 26dpt445.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Pesisir Kabupaten Demak menghadapi krisis lingkungan akibat penurunan
muka tanah, abrasi, dan banjir rob secara bersamaan, sehingga Pemerintah
Indonesia menetapkan Program Tanggul Laut sebagai Proyek Strategis Nasional
Tahun 2025–2029. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik sosial
ekonomi nelayan, menganalisis tingkat pengetahuan dan persepsi, menguji
hubungan antara keduanya, serta mengidentifikasi aspirasi nelayan terhadap
program. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 di
Desa Tambakbulusan dan Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten
Demak, menggunakan metode survei kuantitatif deskriptif-korelasional dengan
total sampling terhadap 53 nelayan tangkap skala kecil. Analisis data mencakup
analisis deskriptif, analisis finansial usaha perikanan, uji Chi-Square, serta analisis
isi untuk data aspirasi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ekonomi nelayan
bervariasi signifikan antara alat tangkap. Bubu dasar mencatat R/C Ratio tertinggi
(6,31) dengan keuntungan Rp93.796.567/tahun, sedangkan sodo menanggung
biaya total tertinggi (Rp37.325.450/tahun) dengan R/C Ratio terendah (1,83).
Ketiga alat tangkap dinyatakan layak secara finansial. Tingkat pengetahuan nelayan
mayoritas berada pada kategori sedang (62%), dengan kelemahan utama pada
dimensi teknis-ekologis dan mekanisme kompensasi. Sebagian besar nelayan
(62%) berpersepsi negatif, berpusat pada kekhawatiran dampak lingkungan,
terbatasnya manfaat ekonomi, dan rendahnya keterlibatan dalam sosialisasi. Uji
Chi-Square menghasilkan p = 0,000, membuktikan hubungan nyata antara
pengetahuan dan persepsi. Verifikasi per responden menunjukkan hubungan
konkordan sempurna pada kelompok pengetahuan rendah (100% negatif) dan tinggi
(100% positif), namun tidak deterministik pada kelompok sedang, mengindikasikan
peningkatan pengetahuan merupakan syarat perlu tetapi belum cukup tanpa disertai
kualitas sosialisasi yang memadai. Aspirasi dominan berorientasi pada
perlindungan fisik (92%), dengan tiga tuntutan utama yaitu jaminan akses jalur
melaut melalui pintu air buka-tutup di setiap muara sungai, mekanisme kompensasi
yang transparan, serta sosialisasi dua arah yang dilakukan sebelum dan selama
konstruksi berlangsung sebagai prasyarat agar pengetahuan nelayan dapat
tersalurkan menjadi partisipasi yang bermakna.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aspirasi, tanggul laut, nelayan, pengetahuan, dan persepsi. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Capture Fisheries |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 02:34 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 02:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58515 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
