FERRY, REYNALDO ZEN and Santoso, Budi and Priyono, Ery Agus (2019) ASAS KESEIMBANGAN BERKONTRAK DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MENARA TELEKOMUNIKASI BERSAMA PEMDA BOJONEGORO DAN PT CATUR ELANG PERKASA (Pola Perjanjian Build Operate Transfer). _165 DG 2019. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-cover.pdf Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
|
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-abstrak.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (273kB) |
|
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (271kB) |
|
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (136kB) |
|
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (412kB) |
|
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (82kB) |
|
|
Text
165 Renaldo Zen Ferry-dapus.pdf Download (13kB) |
Abstract
Build Operate Transfer merupakan perjanjian antara pemerintah dengan pihak lain sebagai operator, dimana pemerintah memberikan hak pada operator untuk membangun sebuah sarana dan prasarana (umum) serta mengoperasikannya untuk jangka waktu tertentu dan mengambil seluruh atau sebagian keuntungan dan pada akhir masa kontrak harus mengembalikan proyek tersebut pada pemerintah. Pemerintah dalam melakukan kontrak terhadap operator melakukan dua peranan, pertama bertindak dalam segi hukum publik, dan disisi lain bertindak dari segi keperdataan. Pembuatan perjanjian diharapkan adil dan seimbang bagi para
pihak. Namun dalam praktik masih banyak ditemukan model kontrak yang standar (baku) yang cenderung berat sebelah, tidak seimbang dan tidak adil, karena ketidaksetaraan kedudukan para pihak dimana pihak yang lemah hanya memiliki pilihan menerima atau menolak.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis dan metode analisa yang digunakan adalah kualitatif.
Hasil dari penelitian ini adalah pemerintah sebagai pihak dalam perjanjian BOT sudah memiliki posisi yang sama dengan pihak swasta, dimana di dalam perjanjian pembangunan menara telekomunikasi sudah diatur mengenai klausula wanprestasi terhadap kedua belah pihak dan selain itu pembagian hak dan kewajiban dalam perjanjian ada beberapa klausul yang tidak memenuhi asas keseimbangan berkontrak. Keseimbangan berkontrak dalam hal ini bukanlah keseimbangan hasil dalam arti matematis, tetapi keseimbangan berdasarkan prinsip distribusi proporsional, sehingga dapat dinilai proporsi pembagian hak dan kewajiban para pihak mengacu pada pertukaran yang fair.
Penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa dalam tahap pembuatan perjanjian harus melibatkan orang yang mengerti tentang objek perjanjian sehingga pembagian hak dan kewajiban menjadi seimbang.
Kata kunci : Perjanjian, Build Operate Transfer, Asas Keseimbangan Berkontrak
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perjanjian, Build Operate Transfer, Asas Keseimbangan Berkontrak |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 01:43 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 01:43 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58500 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
