Medyana, Gathayu Zahrawati (2026) Efektivitas Kebijakan Pemerintah dan Upaya Masyarakat Jepang dalam Menangani Fenomena Hikikomori dan Kodokushi 引きこもりや孤独死という現象への対応における、日本政府の政策と社会全体の取り組みの有効性. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
Skripsi Gathayu Final.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Medyana, Gathayu Zahrawati. 2026. “Efektivitas Kebijakan Pemerintah dan Upaya Masyarakat Jepang dalam Menangani Fenomena Hikikomori dan Kodokushi”. Skripsi, Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Dosen Pembimbing: Dewi Saraswati Sakariah, S.S., M.Si.
Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah Jepang dan intervensi masyarakat sipil dalam menangani hikikomori (penarikan diri sosial yang parah yang memengaruhi 1,46 juta orang) dan kodokushi (kematian dalam kesepian, dengan lebih dari 76.000 kasus per tahun) menggunakan enam kriteria evaluasi William N. Dunn: efektivitas, efisiensi, kecukupan, keadilan, responsivitas, dan kesesuaian. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang disertai analisis data sekunder, penelitian ini mengkaji Act on the Advancement of Measures to Address Loneliness and Isolation (2024), undang-undang nasional komprehensif pertama di dunia yang menargetkan isolasi sosial, bersama dengan Priority Plan, Zero Kodokushi Project, Hikikomori Support Stations, serta inisiatif masyarakat sipil, termasuk KHJ National Hikikomori Family Association Federation dan program intervensi keluarga berbasis CRAFT. Analisis komparatif dengan pendekatan internasional dari Inggris dan Korea Selatan menyoroti bahwa komitmen legislatif saja tidak cukup tanpa alokasi sumber daya yang proporsional, implementasi sistematis, dan pengukuran hasil berbasis bukti. Studi ini menyimpulkan bahwa Jepang memiliki arsitektur kebijakan yang patut dicontoh, namun memerlukan peningkatan mendesak dalam sumber daya keuangan, kepatuhan wajib pemerintah kota dengan pendanaan yang menyertainya, standarisasi akreditasi “peer supporter”, serta penyeimbangan demografis untuk mengatasi tingkat kesepian yang paradoksnya tertinggi di kalangan dewasa muda berusia 20–30 tahun.
Kata kunci: Hikikomori, Kodokushi, Isolasi Sosial, Evaluasi Kebijakan Publik, William N. Dunn, Jepang, Masyarakat Pasca-COVID, Epidemi Kesepian.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 07:16 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
