Ranti, Siti Sofia (2026) KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ANALISIS RISIKO LOGAM BERAT PADA AMPO SERUT DARI BERBAGAI DAERAH DI PULAU JAWA. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Siti Sofia Ranti_23020122120001-Skripsi Cover-Bab III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
Siti Sofia Ranti_23020122120001-SKRIPSI BAB IV-DAFPUS.pdf - Published Version Download (575kB) |
|
|
Text
Siti Sofia Ranti_23020122120001-SKRIPSI LAMPIRAN-BIODATA.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Praktik geofagia adalah praktik mengonsumsi tanah dan masih banyak ditemukan di Indonesia terutama di pulau Jawa berupa camilan dari tanah liat yang dikenal dengan Ampo. Ampo seringkali dikonsumsi untuk camilan ibu hamil sebagai pereda rasa ngidam dan mual, serta dimanfaatkan untuk mengurangi rasa pahit saat mengolah daun pepaya. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa tanah mengandung logam berat yang toksik dan mineral esensial. Selain itu, ampo juga memiliki karakteristik fisik meliputi pH, warna, dan water retention capacity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ampo serut dari berbagai daerah di Pulau Jawa terhadap sifat fisik meliputi pH, warna, water retention capacity, adapun kandungan kimia meliputi mineral dan logam berat, serta penentuan batas konsumsi dan analisis risiko berdasarkan kandungan logam berat. Materi yang dibutuhkan adalah ampo serut dari 20 daerah di Pulau Jawa dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta. Parameter yang diuji yaitu nilai pH, warna, water retention capacity (WRC), kadar mineral besi dan kalsium, logam berat timbal dan kadmium, penentuan batas konsumsi atau Maximum Tolerable Intake (MTI) berdasarkan Permitted Maximum Tolerable Daily Intake (PMTDI), serta analisis risiko Total Hazard Quotient (THQ) untuk non karsinogenik dan Excess Cancer Risk (ECR) untuk karsinogenik. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji parametrik Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampo serut dari berbagai daerah di Pulau Jawa berbeda nyata (p<0,05) pada parameter warna L*, a*, b*, WRC, kadar besi, kadar kalsium, dan kadmium, namun tidak berbeda nyata (p>0,05) pada °hue, chroma, serta kadar timbal. Nilai pH berkisar 6,75–8,25, dengan terendah dari DI Yogyakarta dan tertinggi dari DKI Jakarta. Parameter warna menunjukkan L* 5,72 10,73, a* -0,18–0,13, b* -0,45–0,82, °hue 53,74–185,97, dan chroma 0,46–1,06. Nilai WRC berkisar 7,43–28,46%. Kadar besi 332,09–335,45 mg/kg, sedangkan kalsium 370,13–1693,50 mg/kg. Kadar timbal 8–13,55 mg/kg melebihi batas SNI (0,25 mg/kg), sedangkan kadmium 0,12–0,58 mg/kg masih memenuhi batas pada sebagian sampel (≤0,2 mg/kg). Nilai MTI berdasarkan PMTDI timbal adalah 0,0053–0,0090 kg/hari (anak-anak) dan 0,0177–0,0300 kg/hari (dewasa), sedangkan kadmium 0,02585–0,12016 kg/hari (anak-anak) dan 0,08618–0,40052 kg/hari (dewasa). Konsumsi ampo serut lebih berisiko pada anak-anak karena paparan Pb dan Cd yang dapat menimbulkan risiko kesehatan non karsinogenik yang ditunjukkan pada nilai THQ lebih dari 1.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Food Technology |
| Depositing User: | S1 Teknologi Pangan Undip |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 07:34 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:34 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58471 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
