Search for collections on Undip Repository

DETEKSI EHP Enterocytozoon hepatopenaei PADA KERANG DARAH (Tegillarca granosa) DI TAMBAK DESA TIMBULSLOKO, DEMAK (26da434)

PRIMADANI, MULIANA (2026) DETEKSI EHP Enterocytozoon hepatopenaei PADA KERANG DARAH (Tegillarca granosa) DI TAMBAK DESA TIMBULSLOKO, DEMAK (26da434). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of MULIANA PRIMADANI 26da434.pdf] Text
MULIANA PRIMADANI 26da434.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) merupakan parasit mikrosporidia yang
menginfeksi hepatopankreas udang dan menyebabkan gangguan pertumbuhan
sehingga menimbulkan kerugian pada budidaya udang vaname. Keberadaan hewan
yang penyaring makanan (filter feeder) di lingkungan tambak, seperti kerang darah
(Tegillarca granosa), diduga berpotensi sebagai pembawa (carrier) parasit.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi EHP pada kerang darah yang diduga
berperan sebagai pembawa parasit bagi udang vaname serta mengetahui tingkat
prevalensinya. Sampel berasal dari Desa Timbulsloko, Demak berupa 3 tambak
kerang darah dan1 tambak udang vaname yang diambil sebanyak dua kali . Deteksi
EHP dilakukan menggunakan metode first-step dan nested PCR. Data yang
dianalisis meliputi hasil elektroforesis dan perhitungan nilai prevalensi infeksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel kerang darah pada kedua
waktu sampling memberikan hasil negatif baik pada first-step maupun nested PCR.
Pada udang vaname, hasil positif EHP hanya ditemukan pada sampling pertama dan
hanya terdeteksi menggunakan nested PCR. Pada sampling kedua, seluruh sampel
udang menunjukkan hasil negatif pada kedua metode. Nilai prevalensi EHP pada
kerang darah adalah 0%, sedangkan pada udang vaname sebesar 50%. Hasil ini
menunjukkan bahwa selama periode penelitian, tidak terdeteksi EHP pada kerang
darah dan tidak berperan sebagai pembawa parasit bagi udang vaname. Deteksi
positif yang hanya muncul pada nested PCR mengindikasikan bahwa infeksi EHP
pada udang vaname bersifat ringan tanpa terlihat gejala klinis. Oleh karena itu,
nested PCR lebih direkomendasikan untuk deteksi EHP sebagai deteksi dini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: EHP, Kerang Darah, Udang Vaname, Prevalensi, Nested PCR
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 04 Aug 2026 07:11
Last Modified: 04 Aug 2026 07:11
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58462

Actions (login required)

View Item View Item