Sendangsih, Yudit and Suryawati, Herlina and Retnaningsih, Retnaningsih (2026) HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN INSOMNIA DENGAN KADAR SERUM BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) PADA PASIEN POST-INTENSIVE CARE SYNDROME (PICS). Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-KTI)
ABSTRAK-KTI.pdf Download (187kB) |
Abstract
Latar Belakang: Post-Intensive Care Syndrome (PICS) merupakan kumpulan gangguan fisik, kognitif, dan psikologis yang menetap setelah pasien keluar dari unit perawatan
intensif (ICU). Insomnia adalah salah satu manifestasi neuropsikiatri yang paling sering dijumpai pada penyintas ICU dan diduga berperan dalam gangguan neuroplastisitas.
Brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan dalam kelangsungan hidup neuron, plastisitas sinaptik, dan pemulihan neurologis, diperkirakan menjadi biomarker yang menghubungkan gangguan tidur dengan pemulihan neurologis. Namun, bukti mengenai hubungan derajat keparahan insomnia dengan kadar serum BDNF pada pasien PICS masih terbatas.
Tujuan: Menganalisis hubungan derajat keparahan insomnia dengan kadar serum BDNF pada pasien PICS.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang pada 40 pasien PICS pasca-perawatan ICU. Derajat keparahan insomnia dinilai menggunakan Insomnia Severity Index (ISI), sedangkan kadar serum BDNF diukur dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik multivariat untuk mengendalikan variabel perancu.
Hasil: Sebanyak 40 subjek diikutsertakan. Derajat keparahan insomnia berkorelasi negatif kuat dengan kadar serum BDNF (ρ = −0,680; p < 0,001). Pasien dengan insomnia sedang–berat memiliki kadar serum BDNF lebih rendah dibandingkan pasien dengan insomnia ringan. Setelah penyesuaian terhadap variabel perancu, derajat keparahan insomnia tetap berhubungan secara independen dengan kadar serum BDNF yang rendah.
Kesimpulan: Derajat keparahan insomnia berhubungan signifikan dengan rendahnya kadar serum BDNF pada pasien PICS. Temuan ini mendukung pentingnya deteksi dini dan tata laksana insomnia sebagai bagian dari perawatan komprehensif pasca-ICU untuk menunjang proses neuroplastisitas dan pemulihan neurologis.
Kata kunci: Post-Intensive Care Syndrome, insomnia, brain-derived neurotrophic factor, BDNF, gangguan tidur, neuroplastisitas.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Post-Intensive Care Syndrome, insomnia, brain-derived neurotrophic factor, BDNF, gangguan tidur, neuroplastisitas. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 03:58 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 03:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58418 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
