Putri, Dila Muflikhy and Malik, Diah Adriani and Yuniati, Renni (2026) Perbandingan Efektivitas Krim Kombinasi Sisteamin 4% dan Niasinamid 4% dengan Krim Hidrokuinon 4% pada Wanita dengan Melasma (Kajian Modified Melasma Area and Severity Index Score dan Melasma Quality of Life Score pada Pasien dengan Melasma tipe Epidermal dan Campuran). Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-TESIS)
ABSTRAK-TESIS.pdf Download (89kB) |
Abstract
Latar belakang. Melasma merupakan dermatosis hiperpigmentasi kronik yang sering terjadi pada wanita usia reproduktif dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Patogenesis melasma bersifat multifaktorial meliputi paparan ultraviolet, predisposisi genetik, faktor hormonal, stres oksidatif, inflamasi, dan peningkatan aktivitas melanogenesis. Penatalaksanaan utama melasma adalah fotoproteksi dan terapi topikal. Hidrokuinon adalah gold standard terapi, namun penggunaannya terbatas oleh efek samping dan risiko rekurensi. Kombinasi sisteamin 4% dan niasinamid 4% berpotensi menjadi alternatif non-hidrokuinon melalui mekanisme depigmentasi yang bekerja pada berbagai tahapan proses melanogenesis, namun hingga saat ini belum terdapat penelitian yang secara spesifik mengevaluasi efektivitas kombinasi kedua agen tersebut pada pasien melasma.
Tujuan. Menilai perbandingan efektivitas krim kombinasi sisteamin 4% dan niasinamid 4% dengan krim hidrokuinon 4% pada wanita dengan melasma berdasarkan Modified Melasma Area and Severity Index (mMASI) dan Melasma Quality of Life Scale (MELASQOL).
Metode. Penelitian randomized clinical trial single blind ini melibatkan 40 subjek wanita dengan melasma tipe epidermal dan campuran. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: hidrokuinon 4% (n=20) atau kombinasi sisteamin 4% dan niasinamid 4% (n=20). Penilaian efektivitas dilakukan melalui perubahan skor mMASI dan MELASQOL sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dibandingkan antar kelompok perlakuan.
Hasil. Kelompok kombinasi sisteamin 4% dan niasinamid 4% menunjukkan penurunan skor mMASI yang lebih besar dibandingkan hidrokuinon (-2,79 ± 0,65 vs. -2,13 ± 0,54; p < 0,001). Peningkatan kualitas hidup juga lebih signifikan pada kelompok kombinasi sisteamin 4% dan niasinamid 4% dengan penurunan skor MELASQOL sebesar –11 (rentang –13 hingga –7), dibandingkan –9 (rentang –11 hingga –6) pada kelompok hidrokuinon (p < 0,001).
Simpulan. Krim kombinasi sisteamin 4% dan niasinamid 4% lebih efektif dalam menurunkan derajat keparahan melasma serta meningkatkan kualitas hidup pasien dibandingkan dengan krim hidrokuinon. Temuan ini mendukung potensi kombinasi sisteamin 4% dan niasinamid 4% sebagai alternatif terapi pada melasma tipe epidermal dan campuran.
Kata kunci: melasma, sisteamin, niasinamid, hidrokuinon, mMASI, MELASQOL
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | melasma, sisteamin, niasinamid, hidrokuinon, mMASI, MELASQOL |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 08:37 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 08:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
