Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PEMBERIAN BAKTERI Rhodobacter sp. DENGAN FREKUENSI BERBEDA TERHADAP PENGENDALIAN KONSENTRASI AMONIA DI DALAM MEDIA PEMELIHARAAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) (26da425)

SILFIANA, VIRDA ZAHRA (2026) PENGARUH PEMBERIAN BAKTERI Rhodobacter sp. DENGAN FREKUENSI BERBEDA TERHADAP PENGENDALIAN KONSENTRASI AMONIA DI DALAM MEDIA PEMELIHARAAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) (26da425). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of VIRDA ZAHRA SILFIANA 26da425.pdf] Text
VIRDA ZAHRA SILFIANA 26da425.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Permintaan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) untuk konsumsi
terus meningkat setiap tahun, namun budidayanya kerap menghadapi permasalahan
akumulasi amonia yang berasal dari sisa metabolisme ikan dan pakan yang tidak
termakan. Bioremediasi menggunakan bakteri fotosintetik Rhodobacter sp.
merupakan salah satu solusi ramah lingkungan karena mampu memanfaatkan
amonia sebagai sumber nitrogen bagi pertumbuha selnya melalui proses asimilasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian bakteri
Rhodobacter sp. yang berbeda serta menentukan frekuensi terbaik dalam
mengendalikan konsentrasi amonia pada media pemeliharaan ikan lele sangkuriang
(C. gariepinus). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap
(RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan selama 42 hari, yaitu perlakPuan
A (kontrol, tanpa Rhodobacter sp.), B (pemberian setiap 3 hari), C (pemberian
setiap 7 hari), dan D (pemberian setiap 14 hari), dengan dosis 1,5 ml/L air pada
setiap pemberian. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi amonia, nitrit,
nitrat, pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, total konsumsi
pakan, kelulushidupan, serta parameter pendukung kualitas air (suhu, pH, dan
oksigen terlarut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri
Rhodobacter sp. dengan frekuensi berbeda berpengaruh terhadap pengendalian
konsentrasi amonia, ditunjukkan oleh konsentrasi amonia pada perlakuan B, C, dan
D yang lebih rendah berkisar 1,447–1,830 mg/L) dibandingkan perlakuan A dengan
konsentrasi 3,397 mg/L pada hari ke-28. Frekuensi pemberian bakteri Rhodobacter
sp. pada 7 hari sekali (perlakuan C) mampu mempertahankan konsentrasi amonia
yang lebih rendah secara konsisten hingga hari ke 42 penelitian. Sementara itu,
perlakuan B efektif menekan konsentrasi amonia hingga hari ke 28 penelitian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Amonia, Bioremediasi, Clarias gariepinus, Frekuensi Pemberian, Rhodobacter sp.
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 03 Aug 2026 02:19
Last Modified: 03 Aug 2026 02:19
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58357

Actions (login required)

View Item View Item