BALARAVI, BATAVIA VEASNA (2026) DISTRIBUSI TRANSPOR MIKROPLASTIK DI TELUK GILIMANUK DENGAN PEMODELAN HIDRODINAMIKA 2D (26dos421). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
BataviaVB 26dos421.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Polusi mikroplastik di kawasan pesisir Indonesia merupakan permasalahan
lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, tetapi studi mengenai distribusi dan
arah transpor mikroplastik di perairan teluk semitertutup berskala kecil masih
terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial mikroplastik di
perairan Teluk Gilimanuk, mengidentifikasi sumber utama pencemaran, serta
memodelkan pola transpor menggunakan pendekatan hidrodinamika dua dimensi
(2D). Pengambilan sampel air dilakukan pada 2 Januari 2023 menggunakan metode
pengambilan sampel botol (bottle sampling) volume satu liter di 10 stasiun yang
tersebar dari mulut teluk hingga perairan bagian selatan, dengan analisis sampel
mengikuti standar perlakuan NOAA (2015). Pemodelan menggunakan MIKE 21
FM dengan batimetri gabungan BATNAS-GEBCO, data pasang surut dari Global
Tidal Predictor, serta data angin ERA5. Hasil pengambilan sampel menunjukkan
kelimpahan mikroplastik berkisar antara 15—41 partikel/liter dengan rata-rata 26,6
partikel/liter, di mana konsentrasi terendah berada di stasiun mulut teluk (Stasiun
1—2: 15—18 partikel/liter) dan tertinggi di perairan bagian selatan dekat Pulau
Gadung (Stasiun 10: 33—41 partikel/liter). Temuan ini mengindikasikan gradien
spasial
yang mencerminkan dominasi sumber lokal. Hasil pemodelan
hidrodinamika menunjukkan kecepatan arus puncak di Selat Bali berkisar antara
0,96—1,04 m/s ke utara dan 1,0—1,2 m/s ke selatan, sementara perairan bagian
dalam Teluk Gilimanuk hanya mencatat kecepatan di bawah 0,16 m/s sepanjang
periode simulasi. Pemisahan hidrodinamika (hydrodynamic decoupling) antara
perairan teluk dan arus Selat Bali yang kuat menjadi mekanisme fisis utama yang
menjelaskan rendahnya pertukaran massa air pada mulut teluk. Simulasi pelacakan
partikel (particle tracking) menunjukkan bahwa partikel dari luar hanya sedikit
yang memasuki perairan teluk, sedangkan partikel dari dalam teluk sebagian besar
tetap bersirkulasi di dalam perairan hingga akhir 31 hari periode simulasi. Temuan
ini secara keseluruhan membuktikan asumsi bahwa Teluk Gilimanuk berfungsi
sebagai zona retensi (retention zone) mikroplastik selama periode Muson Barat
Laut (Januari 2023).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mikroplastik, Teluk Gilimanuk, Pemisahan Hidrodinamika, Particle Tracking |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Oceanography |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 02:13 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 02:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
