Rahmahwati, Afifah and Djawi, Tegar Djati (2026) PRARANCANGAN PABRIK EPIKLOROHIDRIN DARI GLISEROL DENGAN PROSES REACTIVE DISTILLATION MENGGUNAKAN KATALIS ASAM HEKSANOAT KAPASITAS 11.000 TON/TAHUN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Afifah Rahmahwati & Tegar Djati Djawi_Tugas Akhir TRKI 2022.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
Skripsi Fix_Cover s.d Intisari.pdf - Published Version Download (439kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (437kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (798kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (352kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (574kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (482kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf - Published Version Download (295kB) |
|
|
Text
BAB VII.pdf - Published Version Download (438kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (200kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pabrik epiklorohidrin (ECH) dari gliserol ini dirancang dengan kapasitas produksi 11.000 ton/tahun dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2031 di Kawasan Industri Cilegon, Banten. Perancangan pabrik ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ECH dalam negeri yang selama ini masih dipenuhi melalui impor, sekaligus mengembangkan proses produksi ECH berbasis gliserol sebagai bahan baku terbarukan yang menjadi alternatif dari proses konvensional berbasis propilena yang menghasilkan limbah klorida dalam jumlah besar.
Proses produksi ECH dilakukan melalui dua tahap reaksi utama. Tahap pertama adalah hidroklorinasi gliserol dengan gas HCl menggunakan katalis asam heksanoat di dalam reaktor alir tangki berpengaduk semi-batch (SBSTR) untuk menghasilkan diklorohidrin (DCH). Tahap kedua adalah reaksi dehidroklorinasi DCH dengan larutan NaOH yang berlangsung secara simultan dengan pemisahan produk pada kolom reactive distillation (RD-01) yang dioperasikan pada kondisi vakum, yaitu suhu 83,7°C dan tekanan 0,5 atm, untuk memisahkan ECH begitu terbentuk serta meminimalkan reaksi hidrolisis lanjut. Konversi reaksi keseluruhan yang digunakan sebesar 80%, dengan kebutuhan bahan baku utama berupa refined glycerine sebesar 13.727 ton/tahun, HCl sebesar 8.670 ton/tahun, NaOH sebesar 4.756 ton/tahun, dan katalis asam heksanoat sebesar 1.105 ton/tahun.
Perancangan pabrik mencakup spesifikasi alat proses dan pendukung, unit utilitas berupa penyediaan air, steam, tenaga listrik, udara tekan, dan bahan bakar, laboratorium pengendalian mutu, serta unit pengolahan limbah gas, cair, dan padat yang dirancang sesuai baku mutu lingkungan yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis ekonomi, diperoleh Total Capital Investment sebesar US$20.445.655,50 dengan nilai Return on Investment (ROI) sebelum dan setelah pajak masing-masing sebesar 16,96% dan 12,72%, Pay Out Time (POT) sebelum dan setelah pajak masing-masing selama 2,40 dan 3,03 tahun, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 26%, Break Even Point (BEP) sebesar 28,67%, serta Shut Down Point (SDP) sebesar 13,35%. Seluruh indikator kelayakan tersebut berada dalam rentang standar kelayakan pabrik kimia, sehingga pabrik epiklorohidrin dari gliserol ini dinyatakan layak secara ekonomi untuk didirikan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | epiklorohidrin, gliserol, hidroklorinasi, dehidroklorinasi, reactive distillation |
| Subjects: | Engineering > Chemical Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Chemical Engineering |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 05:02 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 08:25 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58045 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
