Fatma, Arnes (2026) TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM BAP KASUS PENGGELAPAN DAN PENIPUAN DANA DI WILAYAH KERJA POLRESTABES SEMARANG: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SKRIPSI_BAB I_ARNES FATMA_13010122140096.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_BAB II_ARNES FATMA_13010122140096.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_BAB III_ARNES FATMA_13010122140096.pdf Download (123kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_BAB IV_ARNES FATMA_13010122140096.pdf Restricted to Repository staff only Download (365kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_BAB V_ARNES FATMA_13010122140096.pdf Restricted to Repository staff only Download (33kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kajian tindak tutur di Indonesia selama ini lebih banyak mengarah pada ranah tuturan lisan sehari-hari, iklan maupun media sosial, sementara BAP justru jarang tersentuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi dalam BAP kasus penggelapan dan penipuan dana, sekaligus menganalisis penanda satuan lingual tindak tutur ilokusi pada screenshot chat WhatsApp yang dijadikan barang bukti dalam perkara tersebut. Penelitian ini mengarahkan pada bagaimana mekanisme kebahasaan berperan dalam membuktikan kesalahan tersebut di mata hukum.
Data dikumpulkan melalui metode simak bebas libat cakap dan teknik catat, dilengkapi metode dokumentasi karena data primer bersumber dari naskah resmi BAP. Analisis data dilakukan dengan memadukan metode padan referensial dan padan pragmatis. Hasil analisis disajikan dengan metode penyajian informal, memuat teknis kebahasaan, dengan urutan kutipan data, identifikasi tindak tutur, analisis penanda satuan lingual, hingga interpretasi fungsi pragmatisnya.
Hasil temuan penelitian dalam BAP ditemukan tiga tindak tutur yakni direktif, asertif, dan komisif. Tindak tutur direktif lebih mendominasi dibandingkan tindak tutur asertif dan komisif. Sedangkan, barang bukti melalui screenshoot chat whatsapp ditemukan tiga tindak tutur ilokusi, yakni komisif, direktif. dan ekspresif. Dalam penelitian barang bukti tersebut, bahwa tindak tutur komisif lebih dominan. Penelitian ini dengan jelas menunjukkan bahwa bahasa lebih dari sekedar sarana komunikasi. Melainkan, bahasa adalah instrumen manipulasi yang penting dalam membangun tindakan kejahatan seperti penipuan dan penggelapan.
Kata kunci : Forensik, Ilokusi, Linguistik, Penggelapan, Penipuan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 04:25 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 04:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58043 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
