Diana, Disnanda Octa (2026) BENTUK UJARAN EKSPRESI EMOSIONAL KESEDIHAN DALAM DIALOG ANTARTOKOH FILM SATU KAKAK TUJUH PONAKAN KARYA YANDY LAURENS: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
SKRIPSI FINAL DISNANDA OCTA DIANA.pdf Restricted to Repository staff only Download (978kB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Bentuk Ujaran Ekspresi Emosional Kesedihan dalam Dialog Antartokoh Film Satu Kakak Tujuh Ponakan Karya Yandy Laurens: Kajian Psikolinguistik.” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ujaran ekspresi emosional kesedihan dan fungsi ujaran yang terdapat dalam dialog antartokoh film Satu Kakak Tujuh Ponakan. Penelitian ini menggunakan teori emosi Plutchik untuk mengklasifikasikan bentuk kesedihan dan teori fungsi ujaran Jakobson untuk menganalisis fungsi ujaran dalam dialog. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Data penelitian berupa dialog antartokoh yang mengandung ekspresi emosional kesedihan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu, dan teknik hubung banding menyamakan, sedangkan hasil analisis disajikan secara informal dalam bentuk deskripsi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ujaran ekspresi emosional kesedihan dalam film Satu Kakak Tujuh Ponakan terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu kekecewaan dan keputusasaan. Kekecewaan ditandai dengan masih adanya harapan dan peluang, tetapi tidak diikuti tindakan akhir yang sesuai dengan keinginan tokoh. Sementara itu, keputusasaan ditandai dengan hilangnya harapan, masih adanya peluang, dan munculnya tindakan akhir sebagai bentuk keputusan dalam situasi tertekan. Selain itu, fungsi ujaran ekspresi emosional kesedihan ditemukan dalam lima fungsi utama, yaitu fungsi emosional, fatis, referensial, konatif, dan puitis. Kelima fungsi tersebut menunjukkan bahwa bahasa dalam dialog film tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi media untuk merepresentasikan kondisi psikologis tokoh, terutama ketika mengalami tekanan, kekecewaan, kehilangan, dan keputusasaan.
Kata kunci: bentuk ujaran, ekspresi emosional, kesedihan, psikolinguistik, film.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 03:33 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 03:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/58021 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
