RANIA, Rania (2026) Analisis Perbandingan Kinerja dan Efisiensi Metode Full Fine-Tuning, LoRA, dan KD-LoRA pada Model IndoT5 Untuk Peringkatan Berita Bahasa Indonesia. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
Rania - 24060122120013.zip Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
4. KATA PENGANTAR.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
6. ABSTRAK.pdf Download (169kB) |
|
|
Text
7. ABSTRACT.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
8. DAFTAR ISI.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (189kB) |
Abstract
Peningkatan produksi informasi digital yang masif menyebabkan fenomena information
overload yang membuat manusia kesulitan menyerap informasi secara efisien, sehingga
dibutuhkan teknologi peringkasan teks otomatis yang andal. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbandingan kinerja dan efisiensi komputasi tiga metode pelatihan model
bahasa, yaitu Full Fine-Tuning (FFT), Low-Rank Adaptation (LoRA), dan Knowledge
Distillation dengan LoRA (KD-LoRA), pada model IndoT5 untuk tugas peringkasan berita
abstraktif berbahasa Indonesia. Ketiga metode diterapkan pada dataset IndoSum dengan
pembagian data 64% untuk pelatihan, 16% untuk validasi, dan 20% untuk pengujian,
menggunakan panjang token masukan 512 dan token keluaran 150. Hasil evaluasi
menunjukkan bahwa KD-LoRA menghasilkan performa terbaik pada seluruh metrik
kualitas, dengan ROUGE-1 sebesar 65,04, BERTScore F1 sebesar 84,61, serta Novelty 1
gram sebesar 10,26%, mengungguli FFT dengan selisih ROUGE-1 sebesar 0,69 poin dan
BERTScore F1 sebesar 0,20 poin, serta mengungguli LoRA dengan selisih ROUGE-1
sebesar 0,88 poin dan BERTScore F1 sebesar 0,26 poin. Dari sisi efisiensi, KD-LoRA hanya
melatih 1,24% dari total parameter (berkurang 98,77% dibanding FFT dan 61,10%
dibanding LoRA), dengan FLOPs inferensi sebesar 9,71G (sekitar 76,95% lebih rendah
dibanding FFT dan LoRA), ukuran checkpoint hanya 13,60 MB (berkurang 98,56%
dibanding FFT dan 93,77% dibanding LoRA), rata-rata waktu pelatihan per epoch lebih
singkat sebesar 1,82 menit dibanding FFT (2,25 menit) dan LoRA (2,37 menit), peak VRAM
lebih rendah sekitar 47,40% dibanding FFT dan 43,34% dibanding LoRA, serta waktu
inferensi lebih cepat sekitar 22,18% dibanding FFT dan 23,22% dibanding LoRA, sehingga
menjadi metode paling seimbang antara kualitas ringkasan dan efisiensi komputasi untuk
tugas peringkasan teks abstraktif bahasa Indonesia.
Kata kunci : peringkasan teks abstraktif, IndoT5, Full Fine-Tuning, LoRA, KD-LoRA,
IndoSum
(NO. KETERSEDIAAN : 1700/F/2025)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Informatics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 10:40 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 10:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57977 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
