Anggara, Bagus Purwo Wahyu (2026) Penentuan Wilayah Prioritas Pengelolaan Kondisi Biofisik Lahan Sawah Dilindungi Melalui Analisis Spasial di Kabupaten Wonosobo. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
FULL BAB.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (18MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER.pdf - Published Version Download (359kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (732kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (597kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (5MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (207kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (220kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
Lahan Sawah Dilindungi (LSD) merupakan kawasan pertanian yang ditetapkan untuk mempertahankan ketersediaan lahan sawah sebagai upaya mendukung ketahanan pangan. Meskipun telah memperoleh perlindungan secara regulatif, kondisi biofisik Lahan Sawah Dilindungi tetap perlu dipantau karena dapat mengalami perubahan akibat pengaruh lingkungan yang berpotensi memengaruhi produktivitas lahan. Oleh karena itu, diperlukan informasi spasial yang mampu mengidentifikasi wilayah yang perlu diprioritaskan dalam pengelolaan kondisi biofisik Lahan Sawah Dilindungi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan wilayah prioritas pengelolaan kondisi biofisik Lahan Sawah Dilindungi melalui analisis spasial di Kabupaten Wonosobo. Analisis dilakukan menggunakan indikator Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang diperoleh dari citra Sentinel-2A dan Land Surface Temperature (LST) yang diperoleh dari citra Landsat 8 pada periode 2022–2024. Periode penelitian dipilih setelah penetapan resmi Peta Lahan Sawah Dilindungi Kabupaten Wonosobo. Kondisi biofisik dianalisis melalui integrasi nilai NDVI dan LST, kemudian dikombinasikan dengan proporsi Lahan Sawah Dilindungi pada setiap kecamatan untuk menentukan wilayah prioritas pengelolaan. Data luas panen dan produksi padi digunakan sebagai informasi pendukung dalam interpretasi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI berada pada kisaran 0,365–0,442, sedangkan nilai LST berkisar antara 26,4–32,6°C, yang menunjukkan bahwa kondisi biofisik Lahan Sawah Dilindungi di Kabupaten Wonosobo masih relatif baik selama periode pengamatan. Kecamatan Watumalang memiliki kondisi biofisik relatif terbaik dengan rata-rata NDVI tertinggi sebesar 0,437 dan suhu permukaan relatif rendah sebesar 28,9°C, sedangkan Kecamatan Selomerto menunjukkan kondisi biofisik yang relatif lebih rendah dengan rata-rata NDVI sebesar 0,380 dan LST sebesar 30,6°C. Integrasi kondisi biofisik dan proporsi Lahan Sawah Dilindungi menghasilkan 11 kecamatan dalam kategori Prioritas Sedang dan 3 kecamatan dalam kategori Aman. Kecamatan yang termasuk kategori Prioritas Sedang umumnya memiliki proporsi Lahan Sawah Dilindungi yang besar serta memberikan kontribusi yang relatif tinggi terhadap produksi padi pada kawasan Lahan Sawah Dilindungi. Penelitian ini menghasilkan Peta Wilayah Prioritas Pengelolaan Kondisi Biofisik Lahan Sawah Dilindungi yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penentuan lokasi prioritas monitoring kondisi biofisik, pengelolaan kawasan pertanian, serta penyusunan program perlindungan Lahan Sawah Dilindungi oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Spasial, Lahan Sawah Dilindungi, NDVI, LST |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 03:13 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 03:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57926 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
