Search for collections on Undip Repository

MEMOTRET LUKA, MENYUARAKAN HARAPAN: STUDI PHOTOVOICE TENTANG PENGALAMAN ANAK DENGAN ORANG TUA BERCERAI

Ulya, Ulya Layyina and Novi, Novi Qonitatin (2026) MEMOTRET LUKA, MENYUARAKAN HARAPAN: STUDI PHOTOVOICE TENTANG PENGALAMAN ANAK DENGAN ORANG TUA BERCERAI. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Repository_Ulya Layyina_15000124410008_Abstrak-Bab 1.pdf] Text
Repository_Ulya Layyina_15000124410008_Abstrak-Bab 1.pdf

Download (235kB)

Abstract

Perceraian membawa perubahan dalam sistem keluarga yang tidak hanya memengaruhi hubungan pasangan, tetapi juga pola pengasuhan, rasa aman, serta kesejahteraan emosional anak. Namun, anak seringkali hanya dipandang sebagai pihak terdampak, sementara suara dan perspektif dalam memahami pengalaman perceraian orang tua masih belum mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi suara anak tentang pengalaman perceraian orang tua. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metodologi photovoice yang berlandaskan pada pendekatan riset partisipatif. Partisipan yang terlibat adalah enam anak perempuan berusia 15–17 tahun yang memiliki orang tua bercerai. Data dikumpulkan melalui foto yang diambil partisipan, serta diskusi foto menggunakan panduan SHOWeD Wang dan Burris (1997). Analisis data penelitian ini menggunakan photovoice data analysis framework Tsang (2020) sebagai kerangka utama analisis, dengan reflexive thematic analysis Braun dan Clarke (2019) sebagai pendekatan operasional untuk mengidentifikasi dan mengembangkan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sembilan tema utama, yaitu pemaknaan traumatis terhadap perceraian, dinamika luka batin, konflik loyalitas, kekosongan peran pengasuhan, pergeseran makna rumah, keterlibatan anak dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, dampak fisik dan psikologis akibat perceraian, mekanisme mengungkapkan perasaan kehilangan dan penerimaan yang meninggalkan luka, serta harapan akan kebersamaan dan kebutuhan pascaperceraian. Temuan ini menunjukkan bahwa anak tidak hanya memaknai perceraian sebagai kehilangan relasi dengan orang tua, tetapi juga perubahan identitas keluarga, pergeseran makna rumah, serta perubahan peran anak dalam keluarga pascaperceraian. Meskipun mengalami luka dan kehilangan, anak juga menunjukkan kemampuan untuk memaknai pengalaman, mengembangkan strategi koping, membangun ketahanan, menerima perubahan keluarga, serta menyuarakan harapan dan kebutuhan pascaperceraian. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya ruang aman bagi anak untuk didengarkan, keberlanjutan pengasuhan orang tua pascaperceraian, serta dukungan dari keluarga, sekolah, komunitas, dan pemangku kebijakan dalam merespons kebutuhan anak dengan orang tua bercerai.

Kata kunci: suara anak; perceraian orang tua; photovoice

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Fakultas Psikologi
Date Deposited: 03 Aug 2026 03:47
Last Modified: 03 Aug 2026 03:47
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57906

Actions (login required)

View Item View Item