Ummah, Shofi Aulia (2026) PERBANDINGAN RESPON SUPEROVULASI DAN KUALITAS EMBRIO PADA SAPI SIMMENTAL DAN SAPI PERANAKAN ONGOLE DI BALAI EMBRIO TERNAK. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
ACC FIX SKRIPSI-1-39.pdf - Published Version Download (784kB) |
|
|
Text
ACC FIX SKRIPSI-40-59.pdf Download (325kB) |
|
|
Text
ACC FIX SKRIPSI-60-72.pdf Restricted to Repository staff only Download (288kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan respon superovulasi dan kualitas embrio pada sapi Simmental dan sapi Peranakan Ongole (PO). Data diambil dari rekording 55produksi embrio di Balai Embrio Ternak pada Januari 2022 – Desember 2023. Materi yang digunakan adalah data produksi embrio sapi Simmental dan sapi Peranakan Ongole (PO) periode 2022 – 2023. Umur ternak saat diproduksi adalah 3 – 7 tahun dengan BCS 3,5. Masing-masing ternak mendapatkan perlakuan hormonal yang sama dan tahapan produksi yang sama. Metode penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan data sekunder dari 13 ekor Sapi Simmental dengan total 33 data, dan 6 ekor Sapi PO dengan total 10 data. Data penelitian dianalisis statistik menggunakan analisis komparatif dengan bantuan IBM SPSS Statistic 27 untuk mengetahui perbedaan respon superovulasi dan kualitas embrio pada Sapi Simmental dengan Sapi PO. Adapun parameter yang diambil diantaranya yaitu jumlah corpus luteum (CL), respons rate, total koleksi, recovery rate, jumlah embrio layak transfer (LT), jumlah embrio degeneratif (DG) dan jumlah unfertilized
(UF). Analisis deskriptif setiap parameter antara Simmental VS PO adalah sebagai berikut: Jumlah CL (7,70 VS 10 embrio); response rate (78,79% VS 80,00%); jumlah embrio terkoleksi (6,52 VS 9,3 embrio); jumlah embrio LT (3,61 VS 4,20
embrio); jumlah embrio DG (0,97 VS 1,70 embrio); jumlah UF (1,94 VS 3,40); dan recovery rate (68,01% VS 73,33). Berdasarkan hasil analisis deskriptif, sapi PO menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada jumlah CL, respon rate, jumlah embrio, embrio LT, embrio DG, embrio UF dan recovery rate dengan rentang data yang lebih tinggi pada kelompok sapi PO. Hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan nyata
(P>0,05) antara Sapi Simmental VS Sapi PO pada seluruh parameter yang diamati jumlah CL (0,773), jumlah embrio (0,623), jumlah embrio LT (0,425), DG (0,0,378),
UF (0,720) dan recovery rate (0,542). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sapi Simmental dan sapi PO memiliki respon dan kualitas yang setara pada program produksi embrio. Pada penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel
yang lebih banyak dan seimbang antar kelompok, menambahkan parameter lain seperti parameter hormonal serta dapat dilakukan perbandingan protokol superovulasi pada masing-masing breed.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture |
| Depositing User: | S1 Peternakan Undip |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 08:01 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 08:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57851 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
