Pahlevi, Muhammad Baldi and Handayani, Migie and setiyawan, Hery (2026) Analisis Risiko Produksi Bayam Hijau Hidroponik di PT Asabi Bogor Jawa Barat. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.
|
Text
BAGIAN 1.pdf Download (768kB) |
|
|
Text
BAGIAN 2.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
BAGIAN 3.pdf Download (145kB) |
|
|
Text
BAGIAN 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (495kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAGIAN 5 (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (452kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAGIAN 6.pdf Restricted to Repository staff only Download (8kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAGIAN 7.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Alih fungsi lahan di wilayah perkotaan seperti di Kota Bogor akibat pertumbuhan penduduk mengurangi lahan pertanian, sehingga hidroponik menjadi solusi efektif. PT Asabi sebagai produsen hidroponik menghadapi fluktuasi produksi bayam hijau, dan fluktuasi produksi tersebut menjadi indikator adanya risiko produksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat risiko produksi pada budidaya bayam hijau hidroponik di PT Asabi, menganalisis sumber dan kejadian risiko produksi yang terjadi di PT Asabi, serta menganalisis strategi mitigasi prioritas yang dapat diterapkan di PT Asabi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2026 berlokasi di PT Asabi dengan metode penelitian studi kasus. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, dimana data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Metode penentuan key informant menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak lima orang, serta metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan metode House of Risk (HOR). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kondisi usaha hidroponik di PT Asabi masih kurang ideal, seperti kurangnya penerapan SOP secara lisan dan tulisan, sanitasi meja tanam sebelum pindah tanam, dan pengaplikasian insektisida ke tanaman yang terserang hama. Tingkat risiko produksi pada PT Asabi sebesar 12,28% tergolong tinggi dan mengalami fluktuasi produksi yang ekstrim, terdapat 19 kejadian risiko pada semua aktivitas produksi, serta hasil HOR fase 1 didapatkan 19 sumber risiko dengan 7 sumber risiko prioritas berdasarkan nilai ARP tertinggi, dan HOR fase 2 menghasilkan 7 strategi mitigasi prioritas beserta tingkat kesulitannya untuk diterapkan di PT Asabi.
Kata kunci: house of risk, bayam hijau hidroponik, koefisien variasi, risiko produksi
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alih fungsi lahan di wilayah perkotaan seperti di Kota Bogor akibat pertumbuhan penduduk mengurangi lahan pertanian, sehingga hidroponik menjadi solusi efektif. PT Asabi sebagai produsen hidroponik menghadapi fluktuasi produksi bayam hijau, dan fluktuasi produksi tersebut menjadi indikator adanya risiko produksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat risiko produksi pada budidaya bayam hijau hidroponik di PT Asabi, menganalisis sumber dan kejadian risiko produksi yang terjadi di PT Asabi, serta menganalisis strategi mitigasi prioritas yang dapat diterapkan di PT Asabi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2026 berlokasi di PT Asabi dengan metode penelitian studi kasus. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder, dimana data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, dan dokumen pendukung lainnya. Metode penentuan key informant menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak lima orang, serta metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan metode House of Risk (HOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi usaha hidroponik di PT Asabi masih kurang ideal, seperti kurangnya penerapan SOP secara lisan dan tulisan, sanitasi meja tanam sebelum pindah tanam, dan pengaplikasian insektisida ke tanaman yang terserang hama. Tingkat risiko produksi pada PT Asabi sebesar 12,28% tergolong tinggi dan mengalami fluktuasi produksi yang ekstrim, terdapat 19 kejadian risiko pada semua aktivitas produksi, serta hasil HOR fase 1 didapatkan 19 sumber risiko dengan 7 sumber risiko prioritas berdasarkan nilai ARP tertinggi, dan HOR fase 2 menghasilkan 7 strategi mitigasi prioritas beserta tingkat kesulitannya untuk diterapkan di PT Asabi. Kata kunci: house of risk, bayam hijau hidroponik, koefisien variasi, risiko produksi |
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agribusiness |
| Depositing User: | User Agribisnis |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 05:12 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 05:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57845 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
