Nur, Muhamad Rifki Aluas Nur (2026) APLIKASI Trichoderma sp. DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT KERITING KUNING PADA TANAMAN TOMAT. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Skripsi_Bagian_1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
Skripsi_Bagian_2.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (465kB) |
|
|
Text
Skripsi_Bagian_3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penyakit keriting kuning pada tanaman tomat yang disebabkan oleh Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV) merupakan salah satu faktor pembatas produksi tomat di Indonesia. Pengendalian menggunakan agen hayati Trichoderma sp. berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan melalui mekanisme induksi ketahanan sistemik tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kerapatan spora Trichoderma sp. dan waktu perendaman benih terhadap perkembangan penyakit keriting kuning serta pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.Penelitian dilaksanakan pada 25 Agustus– 18 Desember 2024 di Kabupaten Pati dan Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 4 × 3 dengan dua faktor, yaitu kerapatan spora Trichoderma sp. (10⁶, 10⁷, dan 10⁸ spora/ml) dan waktu perendaman benih (5 menit, 1 jam, 2 jam, dan 3 jam), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi masa inkubasi, insidensi dan intensitas penyakit, nilai AUDPC, serta pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan spora Trichoderma sp. tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan, namun kerapatan 10⁷ konidia/ml menunjukkan kecenderungan respon terbaik dengan rerata masa inkubasi sebesar 36,17%. Perlakuan waktu perendaman benih memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter. Masa inkubasi tertinggi diperoleh pada perendaman 3 jam sebesar 39,67%, sedangkan terendah pada perendaman 5 menit sebesar 22,56%. Insidensi penyakit pada minggu ke-8 terendah terjadi pada perendaman 3 jam sebesar 51,85% dan tertinggi pada perendaman 5 menit sebesar 92,59%. Intensitas penyakit cenderung meningkat seiring umur tanaman, namun perlakuan perendaman 1–3 jam mampu menekan perkembangan penyakit dibandingkan perendaman 5 menit. Perlakuan tersebut juga meningkatkan pertumbuhan tanaman yang ditunjukkan oleh peningkatan tinggi tanaman, luas daun, jumlah buah, dan diameter buah. Interaksi antara kerapatan spora dan waktu perendaman benih hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan jumlah buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu perendaman benih dalam suspensi Trichoderma sp. berperan lebih dominan dibandingkan kerapatan spora dalam menekan perkembangan penyakit keriting kuning serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman toma
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology |
| Depositing User: | S1 Agroekoteknologi Undip |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 05:22 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 05:22 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57791 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
