Naim, Fuad Khoirul (2026) PENGARUH PERBEDAAN METODE FORCE MOLTING TERHADAP PROFIL HEMATOLOGIS AYAM PETELUR. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
1. Cover - Bab 3 Skripsi_Fuad Khoirul N.pdf - Published Version Download (730kB) |
|
|
Text
2. Bab 4 - Daftar Pustaka Skripsi_Fuad Khoirul N.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (107kB) |
|
|
Text
3. Lampiran dan Biodata Skripsi_Fuad Khoirul N.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (668kB) |
Abstract
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan metode force
molting terhadap profil darah merah dan profil darah putih. Penelitian dilaksanakan
pada bulan Desember tahun 2022 sampai dengan bulan Maret tahun 2023 di
Kandang Unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro
Semarang.
Materi penelitian meliputi 105 ekor ayam petelur tua berjenis strain Lohman
Brown berumur 112 minggu dengan bobot rata-rata 1,92±0,026 kg, (KV = ,34%).
Pakan yang digunakan selama penelitian adalah pakan komersial T 24 PSC dari PT.
Charoen Pokpand. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak
lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan terdapat 21 unit percobaan, setiap
ulangan diisi 5 ekor. Perlakuan yang diberikan meliputi T0 (force molting alami),
T1 (force molting konvensional), T2 (force molting Washington). Parameter yang
digunakan pada penelitian ini yaitu profil darah merah dan profil darah putih. Data
dianalisis menggunakan analysis of variance pada taraf 5% dan jika berpengaruh
nyata dilakukan uji Duncan.
Profil darah merah dan profil darah putih yang terdiri dari Eritrosit, Hb
(Hemoglobin), PCV(Packed Cell Volume), leukosit, heterofil segmen, eosinofil,
limfosit monosit, dan H/L (Heterofil/Limfosit) tidak memberikan pengaruh nyata
(P>0,05) pada perlakuan force molting terhadap ayam petelur afkir. Perlakuan
berpengaruh nyata (P<0,05) pada TPP (Total Protein Plasma) dimana terjadi
peningkatan signifikan pada saat perlakuan force molting dan setelah pemeliharaan
normal.
Simpulkan penelitian bahwa perlakuan pemberian pakan normal setelah force
molting secara konvensional maupun metode washington mampu mempertahankan
kondisi hematologis yang baik, yang ditunjukkan melalui profil darah merah dan
profil darah putih yang berada dalam kisaran normal. Metode force molting
Washington maupun Konvensional memberikan cekaman ke ayam, namun mampu
mempertahankan status fisiologis ayam petelur. Metode Konvensional lebih efisien
pada proses pemeliharaan dan memberikan kesiapan memasuki fase produksi kedua
yang sama dibanding metode Washington dengan efisiensi pakan yang lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Animal and Agricultural Sciences |
| Divisions: | Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture |
| Depositing User: | S1 Peternakan Undip |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 04:28 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 04:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57778 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
