SYAHPUTRA, RAKA PRATAMA (2026) POTENSI MIKROPLASTIK SEBAGAI RESERVOIR PATOGEN PENYAKIT WHITE SYNDROME PADA KARANG DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA (26dik331). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Raka Pratama Syahputra 26dik331.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang rentan terhadap berbagai
ancaman, salah satunya adalah penyakit karang yang semakin mengkhawatirkan
akibat meningkatnya tekanan antropogenik. White Syndrome merupakan penyakit
karang paling dominan di Perairan Pulau Panjang, Jepara, yang ditandai dengan
hilangnya jaringan karang secara aktif hingga menyisakan kerangka CaCO₃.
Keberadaan mikroplastik di ekosistem terumbu karang diduga berperan sebagai
reservoir patogen yang berpotensi memperparah penyebaran penyakit ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies mikroba yang tumbuh pada
permukaan mikroplastik yang ditempatkan di dekat koloni karang terinfeksi White
Syndrome serta membandingkannya dengan mikroba yang diisolasi dari jaringan
karang terinfeksi. Pengambilan sampel dilakukan di dua lokasi, yaitu Site Utara dan
Site Selatan Pulau Panjang, Jepara pada bulan Juli 2025. Sampel karang yang
diambil berasal dari tiga genus, yaitu Acropora, Goniastrea, dan Porites. Empat
jenis mikroplastik komersial (PP, LDPE, PET, dan PVC) ditempatkan dalam
karung goni di sekitar koloni karang terinfeksi selama dua minggu. Isolasi dan
purifikasi bakteri dilakukan menggunakan media Zobell Marine Agar (ZMA), dan
identifikasi molekuler dilakukan melalui sekuensing gen 16S rRNA menggunakan
metode Sanger. Hasil penelitian menunjukkan total 29 isolat berhasil dipurifikasi,
terdiri dari 7 isolat dari jaringan karang dan 22 isolat dari permukaan mikroplastik.
Identifikasi molekuler terhadap enam isolat terpilih menghasilkan lima spesies,
yaitu Vibrio fluvialis, Pseudomonas plecoglossicida, Bacillus velezensis,
Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus, dan Bacillus bruguierae.
Komunitas mikroba pada permukaan mikroplastik dan jaringan karang terinfeksi
White Syndrome secara umum menunjukkan komposisi spesies yang berbeda,
dengan kesamaan hanya ditemukan pada Vibrio fluvialis yang teridentifikasi pada
jaringan Goniastrea terinfeksi White Syndrome sekaligus pada permukaan
mikroplastik PET koloni Acropora. Hasil ini mengindikasikan bahwa permukaan
mikroplastik membentuk komunitas plastisfer tersendiri yang dipengaruhi sifat
polimer dan kondisi lingkungan sekitarnya. Potensi mikroplastik sebagai reservoir
patogen White Syndrome belum dapat dikonfirmasi sepenuhnya dan masih
memerlukan kajian lanjutan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | White Syndrome; mikroplastik; komunitas mikroba; plastisfer |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 03:03 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 03:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57758 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
