AMELIA, KESYA (2026) KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI EKOSISTEM PADANG LAMUN PANTAI BANDENGAN, KABUPATEN JEPARA (26dsa323). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Kesya Amelia 26dsa323.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Pantai Bandengan merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di
Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang memiliki ekosistem padang lamun sebagai
habitat berbagai biota laut. Makrozoobentos merupakan organisme yang
berasosiasi dengan padang lamun, memanfaatkannya sebagai tempat mencari
makan dan lokasi pemijahan, serta berperan sebagai bioindikator kondisi ekosistem
perairan.
Penelitian
makrozoobentos,
ini
bertujuan
mengetahui
untuk mengidentifikasi jenis-jenis
kelimpahannya,
menganalisis
struktur
komunitasnya, serta mengkaji hubungan antara kelimpahan makrozoobentos
dengan tutupan lamun di Pantai Bandengan. Penelitian dilaksanakan pada
Desember 2025 dengan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan
pada 6 line dengan masing-masing 3 titik pengamatan menggunakan kuadrat 1×1
m. Analisis data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ditemukan 4 spesies lamun, yaitu Cymodocea rotundata, Oceana serrulata,
Enhalus acoroides, dan Thalassia hemprichii, dengan persentase tutupan berkisar
33,33–62,50% yang tergolong kategori kurang kaya atau kurang sehat. Ditemukan
13 spesies makrozoobentos dari kelas Gastropoda dan Bivalvia, yaitu Astralium
calcar, Canarium labiatum, Cerithium coralium, Cerithium traillii, Drupella
margariticola, Engina histrio, Euplica scripta, Euplica varians, Littoraria scabra,
Tectus fenestratus, Turbo stenogyrus, Vexillum lyratum, dan Gafrarium pectinatum.
Kelimpahan makrozoobentos berkisar antara 9–27 ind/m², dengan indeks
keanekaragaman 1,631–2,043 (kategori sedang), indeks keseragaman 0,838–0,983
(kategori tinggi), indeks dominansi 0,136–0,236 (kategori rendah). Analisis regresi
polinomial menunjukkan hubungan yang kuat antara tutupan lamun dan
kelimpahan makrozoobentos dengan nilai R² = 0,8408, dengan titik optimum pada
tutupan lamun sekitar 64%. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa tutupan
lamun dan sedimen pasir secara simultan menjelaskan 84,9% variasi kelimpahan
makrozoobentos (R² = 0,922), dengan tutupan lamun sebagai satu-satunya
prediktor yang signifikan secara parsial. Parameter lingkungan yang terukur
meliputi suhu 28,5–29,3°C, salinitas 24–32‰, pH 8,1–8,4, oksigen terlarut 6,3–8,0
mg/L, kecerahan 130 cm, kecepatan arus 0,03-0,08 m/s, serta tekstur sedimen yang
didominasi pasir halus.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kelimpahan, Keanekaragaman, Lamun, Makrozoobentos, Pantai Bandengan |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 02:22 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 02:22 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57737 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
