FAHREZA, MUHARNANTA (2026) KAJIAN EFEKTIVITAS POLA RUANG "NATURE-BASED SOLUTION" DALAM MEREDUKSI TINGKAT KERENTANAN TSUNAMI BERDASARKAN ANALISIS GEOSPASIAL DI PESISIR KABUPATEN BANTUL (26dik322). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Muharnanta Fahreza 26dik322.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah di Daerah Istimewa
Yogyakarta yang memiliki potensi kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami
akibat kedekatannya dengan zona subduksi Samudra Hindia. Kerentanan tsunami
dipengaruhi oleh berbagai parameter fisik dan lingkungan seperti elevasi,
kemiringan lereng, jarak dari garis pantai, jarak dari sungai, serta penggunaan
lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerentanan tsunami pada
kondisi eksisting serta mengevaluasi efektivitas penerapan pola ruang berbasis
Nature-Based Solution (NbS) dalam mereduksi tingkat kerentanan tsunami di
Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
geospasial dengan pendekatan weighted overlay menggunakan Sistem Informasi
Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi data DEMNAS untuk parameter
elevasi dan kemiringan, citra satelit untuk penggunaan lahan, data RBI untuk jarak
dari pantai dan sungai, serta data kependudukan sebagai parameter pendukung.
Setiap parameter diberikan skor dan bobot sesuai tingkat pengaruhnya terhadap
kerentanan tsunami, kemudian diolah menjadi peta kerentanan pada kondisi
eksisting dan setelah penerapan skenario NbS. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tingkat kerentanan tsunami di Kabupaten Bantul didominasi oleh kelas
sedang dengan luas 26.419,35 ha (51,1%), diikuti kelas rendah sebesar 14.731,48
ha (28,5%), kelas tinggi sebesar 8.850,97 ha (17,1%), kelas sangat rendah sebesar
1.102,86 ha (2,1%), dan kelas sangat tinggi sebesar 548,12 ha (1,06%). Setelah
penerapan Nature-Based Solution, luas kelas sangat tinggi menurun menjadi 512,14
ha (0,9%) atau berkurang sebesar 35,98 ha, sedangkan kelas tinggi menurun
menjadi 8.754,79 ha (16,9%) atau berkurang sebesar 96,18 ha. Di sisi lain, kelas
rendah meningkat menjadi 15.098,65 ha (29,2%) atau bertambah sebesar 367,17 ha
dan kelas sangat rendah meningkat menjadi 1.195,16 ha (2,3%) atau bertambah
sebesar 92,30 ha, sementara kelas sedang sedikit menurun menjadi 26.098,35 ha
(50,5%). Pergeseran ini menunjukkan adanya perubahan distribusi kerentanan
menuju kelas yang lebih rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan pola ruang berbasis Nature-Based Solution mampu
mereduksi tingkat kerentanan tsunami di Kabupaten Bantul, meskipun
efektivitasnya masih bersifat bertahap.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tsunami, kerentanan tsunami, solusi berbasis alam, sistem informasi geografis, pembobotan tumpang susun, Kabupaten Bantul. |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 02:20 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 02:20 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57735 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
