Search for collections on Undip Repository

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG ULAT HONGKONG (Tenebrio molitor) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN JUVENIL UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) (26da317)

SYADAJIWA, PRAYATA LUNGGUH (2026) PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG ULAT HONGKONG (Tenebrio molitor) PADA PAKAN BUATAN TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN JUVENIL UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) (26da317). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Prayata Lungguh Syadajiwada 26da317.pdf] Text
Prayata Lungguh Syadajiwada 26da317.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tepung ikan merupakan sumber protein utama dalam pakan udang, namun
penggunaannya menghadapi kendala berupa keterseddian bahan yang terbatas dan
protein yang bersifat fluktuatif. Oleh karena itu, diperlukan sumber protein
alternatif yang salah satunya tepung ulat hongkong (Tenebrio molitor). Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung
ulat hongkong dalam pakan buatan terhadap performa pertumbuhan dan
kelulushidupan juvenil udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian
dilaksanakan selama 45 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu pakan komersial (K), serta substitusi
tepung ikan dengan tepung ulat hongkong sebesar 25% (A), 50% (B), 75% (C), dan
100% (D). Parameter yang diamati meliputi Total Konsumsi Pakan (TKP), Efisiensi
Pemanfaatan Pakan (EPP), Protein Efficiency Ratio (PER), Feed Conversion Ratio
(FCR), Laju Pertumbuhan Spesifik (SGR), dan Kelulushidupan (SR). Data
dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji
Dunnett pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
substitusi tepung ikan dengan tepung ulat hongkong memberikan pengaruh nyata
(p<0,05) terhadap TKP, EPP, PER, dan SGR. Pada parameter FCR, perlakuan
substitusi 25%, 75%, dan 100% berbeda nyata dibandingkan komersil, sedangkan
substitusi 50% tidak berbeda nyata. Perlakuan komersil menghasilkan performa
pertumbuhan terbaik dibandingkan seluruh perlakuan substitusi. Dosis terbaik pada
perlakuan K, menghasilkan nilai TKP sebesar 81,18±1,25 g, EPP sebesar
91,82±0,99%, PER sebesar 33,80±0,37, FCR sebesar 1,09±0,01, dan SGR sebesar
1,66 ±0,01%/hari. Dengan demikian, tepung ulat hongkong berpotensi digunakan
sebagai sumber protein alternatif dalam pakan udang vaname, namun belum
mampu menggantikan tepung ikan secara penuh tanpa menurunkan performa
pertumbuhan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Udang vaname, Tepung ulat hongkong, Pertumbuhan, Efisiensi pakan, Kelulushidupan
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 27 Jul 2026 02:05
Last Modified: 27 Jul 2026 02:05
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57726

Actions (login required)

View Item View Item