Parsa Awanta, Aurel (2026) ARSITEKTUR SEBAGAI AGEN SISTEM KONSERVASI IN-SITU: PERANCANGAN FASILITAS PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL DAN LANSKAP KONSERVASI GAJAH DI TWA SEBLAT, BENGKULU. Undergraduate thesis, UNDIP.
|
Text
Aurel Parsa Awanta_COVER REVISI.pdf - Submitted Version Download (180kB) |
|
|
Text
Aurel Parsa Awanta_HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMI.pdf - Submitted Version Download (451kB) |
|
|
Text
Aurel Parsa Awanta_ABSTRAK.pdf - Submitted Version Download (231kB) |
|
|
Text
Aurel Parsa Awanta_BAB 1.pdf - Submitted Version Download (591kB) |
|
|
Text
Aurel Parsa Awanta_BAB 2.pdf - Submitted Version Download (918kB) |
|
|
Text
Aurel Parsa Awanta_BAB 3.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Aurel Parsa Awanta_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (200kB) |
Abstract
Indonesia, khususnya Sumatera, satwa dan habitatnya menghadapi krisis ekologi akibat deforestasi, fragmentasi habitat, perburuan liar, dan perubahan iklim yang mengancam
kelangsungan hidup berbagai spesies fauna terancam punah. Taman Nasional dipahami sebagai salah satu perlindungan dan habitat asli dari satwa-satwa yang terancam punah. Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebagai salah satu kawasan konservasi terbesar di Sumatera menjadi habitat megafauna kunci seperti harimau sumatera, gajah sumatera, dan tapir, namun terus menghadapi tekanan antropogenik yang semakin intensif. Di area
penyangga TNKS, Taman Wisata Alam (TWA) Seblat yang memiliki Pusat Latihan Gajah (PLG) sebagai salah satu pusat konservasi gajah sumatera.
Berdasarkan hal tersebut, studi terkait kegiatan dan sistem konservasi menghasilkan pemahaman bahwa rangkaian kegiatan konservasi satwa memiliki berbagai utama tahap yang mencakup penyelamatan, rehabilitasi, hingga monitoring pasca pelepasliaran atau penangkaran jangka panjang. Berdasarkan hal tersebut difahami bahwa kegiatan tersebut memiliki berbagai sistem, aktor, dan rangkaian kegiatan yang beragam. Arsitektur di
posisikan sebagai instrumen yang dapat berkontribusi dalam sistem konservasi satwa dan habitat aslinya (in-situ) melalui akomodasi ruang berdasarkan sistem, aktor, dan rangkaian
kegiatan konservasi yang berorientasi di perlindungan satwa dan habitat aslinya, penyelamatan dan rehabilitasi, serta produksi ilmu pengetahuan. Metode penelitian mencakup pendekatan deskriptif, pengumpulan data melalui studi literatur dan data statistik, analisis komparatif terhadap preseden fasilitas taman nasional nasional dan internasional, serta survei lapangan di lokasi TWA Seblat, menghasilkan program rancangan yang terdiri atas dua sistem utama: (1) fasilitas pengelolaan taman nasional berbasis operasional lapangan, mencakup area riset, area penyelamatan satwa, dan markas pelatihan lembaga keamanan kawasan; (2) pengembangan kawasan PLG Seblat sebagai pusat konservasi dan penyelamatan gajah sekaligus destinasi ekowisata etis-edukatif yang dapat menopang keberlanjutan finansial program konservasi.
Kata kunci: arsitektur konservasi satwa dan ekosistem, taman nasional, gajah sumatera, Kerinci Seblat, TWA Seblat, ekowisata, fasilitas pengelolaan, konservasi in-situ.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 09:14 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 09:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57681 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
