Agna, Haifa Nida’a (2025) MENAPAK JEJAK DI SUMUR 7 Ziarah, dan Tradisi Lokal pada Objek Wisata Cibulan, Desa Maniskidul, Kabupaten Kuningan. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
HAIFA NIDA_A AGNA_13040221140091_MENAPAK JEJAK DI SUMUR 7. ZIARAH DAN TRADISI LOKAL PADA OBJEK W2.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada praktik ziarah dan tradisi lokal serta konstruksi
makna yang berkembang di Sumur 7, salah satu bagian sakral dari Objek Wisata
Cibulan, Desa Maniskidul, Kabupaten Kuningan. Sumur 7 dipahami oleh
masyarakat bukan sekadar sebagai situs wisata air, tetapi sebagai ruang budaya
yang memiliki nilai historis, mitologis, dan spiritual. Untuk memahami dinamika
tersebut, penelitian ini menggunakan metode etnovideografi, sebuah pendekatan
yang menggabungkan observasi lapangan dengan dokumentasi visual, sehingga
aktivitas ritual dan pengalaman para peziarah dapat direkam secara utuh sesuai
konteksnya. Dalam tradisi setempat, keberadaan sumur-sumur tersebut dikaitkan
dengan petilasan Prabu Siliwangi serta simbol angka tujuh yang dianggap
memiliki makna bagi tokoh masyarakat disana. Mitos inilah yang kemudian
membentuk cara pandang masyarakat dan pengunjung terhadap Sumur 7 sebagai
ruang yang diyakini memiliki kekuatan tertentu. Jenis penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi ini, penelitian berfokus pada cara masyarakat, penjaga
lokasi, dan pengunjung memaknai aktivitas seperti meminum air, membasuh
muka, dan mandi. Praktik-praktik tersebut dilakukan bukan hanya untuk tujuan
wisata, tetapi juga sebagai bentuk pencarian ketenangan batin, pembersihan diri
secara simbolis, serta harapan akan keberuntungan dan keselamatan. Narasi yang
muncul dari informan menunjukkan bahwa pengalaman di Sumur 7 seringkali
bersifat personal. ada yang memaknainya sebagai bagian dari rutinitas spiritual,
ada yang melihatnya sebagai tradisi keluarga, dan ada pula yang menempatkannya
sebagai pengalaman budaya yang unik. Penelitian ini menggunakan teori
interpretatif Clifford Geertz. Melalui pandangannya, budaya merupakan “jaringan
makna” yang ditafsirkan oleh manusia, Sumur 7 dipahami sebagai sistem simbol
yang hidup melalui ritual, cerita, dan tindakan para pengunjung serta masyarakat
lokal. Hal tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan Sumur 7 berperan penting
dalam memperkuat identitas lokal masyarakat Desa Maniskidul. Tradisi yang
hidup di sekitar Sumur 7 turut membentuk hubungan antara masyarakat dengan
sejarah wilayahnya, sekaligus menghadirkan ruang interaksi antara penduduk
lokal dan wisatawan.
Kata Kunci: Tradisi lokal, Sumur 7, mitos, ritual dan simbol.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 04:02 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 04:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57497 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
