Search for collections on Undip Repository

MEMAKNAI RUANG SAKRAL Etnografi Ziarah dan Sistem Simbol di Makam Kyai Guru Kaliwungu

Setyorini, Ardiani Eka MEMAKNAI RUANG SAKRAL Etnografi Ziarah dan Sistem Simbol di Makam Kyai Guru Kaliwungu. [Video]

[thumbnail of ARDIANI EKA SETYORINI_13040219130035_MEMAKNAI RUANG SAKRAL - ETNOGRAFI ZIARAH DAN SISTEM SIMBOL D.mp4] Video
ARDIANI EKA SETYORINI_13040219130035_MEMAKNAI RUANG SAKRAL - ETNOGRAFI ZIARAH DAN SISTEM SIMBOL D.mp4
Restricted to Repository staff only

Download (1GB)

Abstract

Kyai Guru merupakan salah satu tokoh terkemuka di Kaliwungu dalam menyebarkan ajaran Islam. Banyak pondok pesantren yang berdiri di Kaliwungu merupakan salah satu dampak dari keberhasilan beliau. Hingga kini, sosok tersebut masih dihormati dengan banyaknya peziarah yang datang ke makamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh pelaku ziarah ketika melakukan ziarah di makam Kyai Guru. Selain itu, untuk mengetahui alasan dan makna dari pelaksanaan ziarah kubur. Data diolah dan dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa video dan wawancara yang direkam. Kemudian hasilnya akan disajikan dengan bentuk video etnografi dengan durasi 15 menit untuk mengungkap deskripsi mendalam dari perilaku peziarah, suasana di makam, serta detail ritual ziarah kubur. Hasil penelitian yang diperoleh berupa banyak ditemukan berbagai sistem simbol di makam Kyai Guru. Sistem simbol itu berupa penggunaan kelambu untuk menutup makam, pelaksanaan ritual tabur bunga, dan membakar bukhur di makam. Ziarah bukan hanya untuk mendoakan yang telah meninggal, tetapi juga sebagai sarana pengingat kematian. Selain itu, pelaku ziarah melaksanakan ziarah juga untuk mendapatkan ketenangan batin. Peziarah seringkali menitipkan doa mereka kepada Kyai Guru agar doa mereka disampaikan kepada Allah dengan cepat. Anggapan tersebut muncul karena menurut peziarah, sosok Kyai Guru lebih dekat dengan Allah dibandingkan dengan dirinya sendiri. Mereka yang telah melaksanakan ziarah dan memiliki hajat tertentu seringkali merasakan perubahan setelah melaksanakan ziarah tersebut. Kesimpulannya ziarah bukan hanya dilihat sebagai sarana mengirimkan doa kepada yang telah meninggal, tapi menjadi sebuah cara untuk mengungkap bagaimana masyarakat memahami hubungan antara duniawi dengan dunia spiritual. Setiap tindakan di makam memiliki arti tertentu sebagai bentuk simbolis untuk memperkuat identitas keagamaan.
Kata kunci : Kyai Guru, sistem simbol, ritual, peziarah, makna

Item Type: Video
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 23 Jul 2026 03:40
Last Modified: 23 Jul 2026 03:40
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57492

Actions (login required)

View Item View Item