Hidayah, Kolano Muhammad Faqih Fathul (2026) PENENTUAN PRIORITAS PENGENAAN SANKSI ADMINISTRATIF DALAM PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG TERHADAP KASUS PELANGGARAN DI KOTA DEPOK. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Laporan Tugas Akhir_Kolano Muhammad Faqih Fathul Hidayah.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (14MB) | Request a copy |
|
|
Text
Halaman Judul.pdf - Published Version Download (415kB) |
|
|
Text
BAB 1 Pendahuluan.pdf - Published Version Download (586kB) |
|
|
Text
BAB 2 Konsep Perencanaan.pdf - Published Version Download (560kB) |
|
|
Text
BAB 3 Profil Kota Depok.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 Analisis Prioritas Pengenaan Sanksi Administratif Dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Kota Depok.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 5 Penutup.pdf - Published Version Download (199kB) |
|
|
Text
Refrensi.pdf - Published Version Download (201kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Pelanggaran pemanfaatan ruang di Kota Depok terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan permukiman, komersial, dan infrastruktur yang tidak selalu sesuai dengan ketentuan rencana tata ruang dan perizinan, sementara belum adanya pedoman teknis pengenaan sanksi menyebabkan penegakan pengendalian berjalan kurang efektif. Regulasi nasional seperti UU 26/2007 dan PP 21/2021 menegaskan bahwa pelanggaran pemanfaatan ruang wajib dikenai sanksi administratif, sehingga diperlukan mekanisme penentuan prioritas sanksi yang objektif dan terukur. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas bentuk pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang di Kota Depok dengan menggunakan tiga kriteria utama Kesesuaian dengan pola ruang, status perizinan, serta Kerawanan Bencana. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menghitung bobot kriteria dan mengevaluasi sembilan jenis sanksi administratif sesuai PP 21/2021. Analisis spasial berbasis SIG digunakan sebagai pendukung untuk menggambarkan distribusi pelanggaran dan sensitivitas kawasan. Hasil analisis menunjukkan dari 14 kasus pelanggaran, 5 kasus yang melanggar ketiga kriteria sekaligus direkomendasikan sanksi kumulatif Pembongkaran dan Pemulihan Fungsi Ruang. Dari 7 kasus yang melanggar dua kriteria, 5 kasus direkomendasikan Pemulihan Fungsi Ruang, 1 kasus direkomendasikan Pembongkaran karena menduduki aset pemerintah, dan 1 kasus direkomendasikan Penghentian Kegiatan Sementara karena status tanah sengketa. Dua kasus yang melanggar satu kriteria direkomendasikan Penghentian Kegiatan Sementara dan pembongkaran. Berdasarkan pembobotan AHP, Pemulihan Fungsi Ruang memperoleh global priority tertinggi (0,287), diikuti Pembongkaran Bangunan (0,226) dan Penghentian Kegiatan Sementara (0,112).
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pengendalian pemanfaatan ruang, sanksi administratif, AHP, prioritas penanganan, pelanggaran tata ruang. |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 03:11 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 03:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57477 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
