KHOTIMAH, Atin Nur Siti (2026) Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Menggunakan Data Magnetik. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
NASKAH SKRIPSI PER BAB (1).zip Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (18kB) |
|
|
Text
3. HALAMAN PENGESAHAN .pdf Download (588kB) |
|
|
Text
4. KATA PENGANTAR.pdf Download (61kB) |
|
|
Text
5. ABSTRAK.pdf Download (58kB) |
|
|
Text
6. ABSTRACT.pdf Download (57kB) |
|
|
Text
10. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (81kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (175kB) |
Abstract
Daerah Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang merupakan
salah satu daerah yang memiliki manifestasi panas bumi berupa mata air panas
dengan suhu sekitar 35-38°C. Kemunculan manifestasi tersebut diduga berkaitan
dengan kondisi geologi bawah permukaan yang mengontrol pergerakan fluida
hidrotermal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi bawah permukaan
berdasarkan data magnetik serta menjelaskan hubungannya dengan kemunculan
mata air panas di daerah Jatirunggo. Penelitian menggunakan metode geomagnetik
melalui pengukuran medan magnet total pada 83 titik pengamatan menggunakan
Geomative Magnetometer. Data diolah melalui koreksi variasi harian dan koreksi
International Geomagnetic Reference Field (IGRF) untuk memperoleh anomali
medan magnet total, kemudian dilakukan transformasi Reduction to the Pole (RTP),
upward continuation, serta analisis First Horizontal Derivative (FHD), Second
Vertical Derivative (SVD), dan Tilt Derivative (TDR). Data anomali residual
selanjutnya dimodelkan secara 2D menggunakan ZONDGM2D dan 3D
menggunakan ZONDGM3D. Hasil penelitian menunjukkan nilai anomali medan
magnet total berkisar antara -4,7 nT hingga 618,4 nT. Zona anomali tinggi
diinterpretasikan berkaitan dengan batuan beku atau tubuh intrusi, sedangkan zona
anomali rendah mengindikasikan batuan yang telah mengalami alterasi
hidrotermal. Pemodelan 2D dan 3D menunjukkan zona suseptibilitas rendah
dengan rentang sekitar -14 hingga -4 × 10⁻⁴ cgs yang berkembang di sekitar zona
suseptibilitas tinggi. Hubungan kedua zona tersebut mengindikasikan bahwa sistem
panas bumi di daerah penelitian kemungkinan dikendalikan oleh tubuh intrusi
sebagai sumber panas dan zona alterasi hidrotermal sebagai jalur migrasi fluida
menuju permukaan, yang diduga berkaitan dengan kemunculan manifestasi mata
air panas di daerah Jatirunggo.
Kata kunci: geomagnetik, panas bumi, suseptibilitas magnetik, alterasi
hidrotermal, intrusi, Jatirunggo.
(NO. KETERSEDIAAN : 2239/D/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 11:09 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 11:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57436 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
