SALSABILA, Dhiyandra Fresha (2026) Studi Pengaruh Variasi Ketebalan Bolus Virtual terhadap Distribusi Dosis pada Kanker Payudara dengan Teknik Intensity Modulated Radiation Therapy. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Archive (FULL TEXT)
BEBAS PERPUSTAKAAN FSM_DHIYANDRA FRESHA SALSABILA (1).zip Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
4. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI.pdf Download (461kB) |
|
|
Text
6. KATA PENGANTAR.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
12. ABSTRAK.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
13. ABSTRACT.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
14. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
19. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (176kB) |
Abstract
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat
kanker pada wanita di dunia, sehingga diperlukan terapi yang mampu
memberikan distribusi dosis radiasi secara optimal. Tujuan dalam penelitian ini
mengevaluasi dan menganalisis pengaruh variasi ketebalan bolus virtual terhadap
distribusi dosis pada kanker payudara menggunakan teknik Intensity Modulated
Radiation Therapy (IMRT) serta menentukan ketebalan bolus yang optimal. Data
citra CT dari lima pasien kanker payudara direncanakan menggunakan Treatment
Planning System (TPS) Eclipse dengan teknik IMRT berenergi 6 MV, dosis total
5000 cGy dan bolus yang digunakan di RS. Indriati Solo Baru yaitu berbahan dari
plastisin dengan densitas 1,2 g/cm^3 dan CTValue 299. Variasi ketebalan bolus
virtual yang digunakan adalah 0 cm hingga 1,5 cm dengan interval 0,1 cm.
Parameter dosimetri yang dianalisis meliputi PTV Coverage 95%, PTV Coverage
107%, Hotspot, Homogeneity Index (HI), Conformity Index (CI), Skin Dose, serta
dosis pada Organ at Risk (OAR). Penentuan ketebalan optimal dilakukan dengan
mengidentifikasi rentang yang memenuhi seluruh kriteria klinis pada kelima
pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa bolus, sebagian besar pasien
mengalami underdose pada PTV dan hotspot melebihi batas klinis. Penambahan
bolus meningkatkan dosis permukaan dan memperbaiki distribusi dosis, namun
ketebalan berlebihan menyebabkan penurunan PTV Coverage akibat atenuasi
berkas. Ketebalan bolus virtual 0,4–0,6 cm memberikan hasil paling optimal dan
konsisten dengan PTV Coverage 95%-107% tidak adanya hotspot, nilai
Homogeneity Index (HI) sekitar 0,088-0,148, Conformity Index (CI) sekitar 0,958
0,990 dan skin dose berada dalam batas aman tanpa melampaui batas dosis OAR.
Ketebalan bolus virtual 0,4–0,6 cm direkomendasikan untuk mencapai
keseimbangan antara efektivitas terapi pada kanker payudara.
Kata Kunci : Bolus Virtual, IMRT, Kanker Payudara, PTV Coverage, Skin Dose,
Hotspot, Homogeneity Index, Conformity Index
(NO. KETERSEDIAAN : 2230/D/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 10:27 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 10:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57428 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
