Arifiani, Bela Nanda (2026) ptimasi Hidrolisis POME Menggunakan Konsorsium Kapang untuk Produksi Bioetanol dengan Saccharomyces cerevisiae dan Pichia sp. Melalui Response Surface Methodology (RSM). Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Bela Nanda Arifiani.zip Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (126kB) |
|
|
Text
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (169kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (199kB) |
Abstract
Kebutuhan energi global yang terus meningkat masih didominasi oleh bahan bakar
fosil, meskipun ketersediaannya semakin terbatas dan penggunaannya berdampak
buruk terhadap lingkungan. Bioetanol merupakan salah satu sumber energi
terbarukan yang berpotensi menggantikan bahan bakar fosil. Namun, pemanfaatan
bahan baku berbasis pangan menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggantikan bahan paku pangan tersebut
dengan memanfaatkan limbah cair industri kelapa sawit, Palm Oil Mill Effluent
(POME) sebagai substrat dalam produksi bioetanol. POME memiliki kandungan
bahan organik yang tinggi khususnya karbohidrat dan lipid, sehingga berpotensi
sebagai sumber karbon bagi mikroorganisme fermentatif. Penelitian ini dilakukan
melalui tahapan isolasi dan seleksi kapang penghasil enzim hidrolitik dengan
pengenceran bertingkat. Selanjutnya, hidrolisis substrat dengan konsorsium kapang
(Pleurotus cystidiosus dan D33) untuk menghasilkan gula sederhana yang diukur
dengan metode DNS. Kemudian, dilakukan fermentasi selama 72 jam
menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae dan Pichia sp. untuk
menghasilkan bioetanol. Optimasi parameter proses (konsentrasi kapang,
Konsentrasi POME, dan pH) dilakukan menggunakan metode Response Surface
Methodology (RSM). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 3 isolat kapang (D31,
D33 dan D41). Isolat D33 memiliki aktivitas selulolitik tertinggi dengan nilai IAE
sebesar 1,02 dan menghasilkan glukosa tertinggi dibanding isolat lainnya. Optimasi
menggunakan RSM menunjukkan bahwa interaksi antar faktor memberikan
pengaruh terhadap peningkatan gula reduksi dan kadar etanol yang dihasilkan.
Kondisi optimum diperoleh pada kombinasi 50% konsentrasi substrat, 6 plugs
kapang, dan pH 5. Hasil optimasi RSM menghasilkan gula reduksi dan bioetanol
masing-masing sebesar 40.220 ppm dan 5,38%. Penelitian ini menunjukkan bahwa
POME berpotensi dimanfaatkan sebagai substrat alternatif dalam produksi
bioetanol berbasis limbah agroindustri.
Kata kunci; Bioetanol, Konsorsium kapang, POME, RSM, Saccharomyces
cereviceae
(NO KETERSEDIAAN : 308/B.TEK/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 09:12 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 09:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57424 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
