Search for collections on Undip Repository

PENGARUH GIBERELIN ALAMI EKSTRAK REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

SALMA, SITI AISYAH NOOR (2026) PENGARUH GIBERELIN ALAMI EKSTRAK REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[thumbnail of COVER-BAB 3.pdf] Text
COVER-BAB 3.pdf

Download (871kB)
[thumbnail of HASPEM-DAFPUS.pdf] Text
HASPEM-DAFPUS.pdf

Download (407kB)
[thumbnail of LAMPIRAN-BIODATA.pdf] Text
LAMPIRAN-BIODATA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan terbaik dengan
membandingkan konsentrasi giberelin dari ekstrak rebung bambu sebagai giberelin alami dengan giberelin dari bahan sintetis terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, dari bulan Februari hingga April 2026, berlokasi di Tembalang, Semarang dengan menggunakan bibit bawang merah varietas Bima Brebes. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Monofaktor dengan 4 kali ulangan. Terdapat 6 taraf perlakuan yang diuji, yaitu: P0- (tanpa perlakuan ekstrak rebung bambu 0,0 mL/L), P0+ (kontrol positif giberelin sintetis 0,2 mL/L), P1 (ekstrak rebung bambu 20,0 mL/L), P2 (ekstrak rebung bambu 40,0 mL/L), P3 (ekstrak rebung bambu 60,0 mL/L), dan P4 (ekstrak rebung bambu 80,0 mL/L). Parameter yang diamati secara komprehensif meliputi tinggi tanaman per rumpun, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi per rumpun, bobot segar umbi per rumpun, bobot segar umbi rata-rata, dan bobot kering umbi per rumpun. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa aplikasi giberelin alami ekstrak rebung tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Hal ini terjadi karena asimilat pada tanaman bawang merah lebih banyak ditranslokasikan ke arah pembentukan dan pembesaran umbi dibandingkan untuk pemanjangan batang. Pemberian ekstrak rebung bambu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar umbi, dan bobot kering umbi pada saat akhir pengamatan, tetapi tidak dengan bobot segar umbi rata-rata. Simpulan dari penelitian ini adalah aplikasi P0+ menghasilkan diameter terbesar (28,02 mm), perlakuan giberelin alami dari ekstrak rebung bambu pada konsentrasi 40,0 mL/L (P2) merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan P2 terbukti secara signifikan mampu menghasilkan jumlah anakan terbanyak (7,94 anakan), jumlah umbi terbanyak (6,81 umbi), bobot segar umbi per rumpun tertinggi (41,29 g), serta bobot kering umbi per rumpun tertinggi (7,05 g). Keseimbangan giberelin pada konsentrasi ini
memungkinkan proses penimbunan hasil fotosintesis dan ekspansi sel berlangsung maksimal tanpa menyebabkan efek penghambatan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Animal and Agricultural Sciences
Divisions: Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Agroecotechnology
Depositing User: S1 Agroekoteknologi Undip
Date Deposited: 22 Jul 2026 07:22
Last Modified: 22 Jul 2026 07:25
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57383

Actions (login required)

View Item View Item