Ageriyawan, Kus and Partiningrum, Dwi Lestari (2026) HUBUNGAN HIPERTENSI, DIABETES MELITUS, DAN HIPERTENSI-DIABETES MELITUS DENGAN FUNGSI GINJAL DAN PROFIL LIPID: Studi Cross Sectional Pasien PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) di Puskesmas Kota Semarang. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK - Tesis)
ABSTRAK TESIS DR AWAN.pdf Download (174kB) |
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang sering dijumpai pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) dan berperan penting terhadap penurunan fungsi ginjal serta kelainan profil lipid. Namun, gambaran eGFR dan profil lipid pada kelompok hipertensi, diabetes melitus, dan hipertensi-diabetes melitus di layanan primer masih perlu dievaluasi berdasarkan data lokal.
Tujuan: Menganalisis hubungan hipertensi, diabetes melitus, dan hipertensi-diabetes melitus dengan eGFR dan profil lipid pada pasien PROLANIS di Puskesmas Kota Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder pasien PROLANIS di Puskesmas Kota Semarang periode Januari–Juni 2026. Sebanyak 512 subjek dikelompokkan menjadi hipertensi, diabetes melitus, dan hipertensi-diabetes melitus. Outcome penelitian meliputi kategori estimated glomerular filtration rate (eGFR), HDL, LDL, kolesterol total, dan trigliserida. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-square atau uji lain yang sesuai, sedangkan analisis multivariat dilakukan menggunakan regresi ordinal dan regresi logistik.
Hasil: Dari 512 subjek, sebanyak 134 pasien (26,2%) termasuk kelompok hipertensi, 158 pasien (30,9%) diabetes melitus, dan 220 pasien (43,0%) hipertensi-diabetes melitus. Terdapat perbedaan bermakna distribusi kategori eGFR antar kelompok komorbid (p<0,001). Proporsi penurunan eGFR bermakna, yaitu stadium 3a–5, tertinggi ditemukan pada kelompok hipertensi sebesar 38,8%, diikuti hipertensi-diabetes melitus sebesar 25,0%, dan diabetes melitus sebesar 13,9%. Pada profil lipid, perbedaan bermakna antar kelompok ditemukan pada kolesterol total (p=0,016), sedangkan HDL, LDL, dan trigliserida tidak berbeda bermakna. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kategori eGFR berhubungan dengan usia, jenis komorbid, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh. Pada profil lipid, jenis kelamin berhubungan dengan HDL, LDL, kolesterol total, dan trigliserida; indeks massa tubuh berhubungan dengan LDL dan trigliserida; sedangkan jenis komorbid berhubungan dengan kolesterol total.
Simpulan: Jenis komorbid berhubungan bermakna dengan kategori eGFR dan kolesterol total pada pasien PROLANIS di Puskesmas Kota Semarang. Kelompok hipertensi menunjukkan proporsi penurunan eGFR bermakna tertinggi. Hasil ini menekankan pentingnya pemantauan eGFR dan profil lipid secara rutin pada pasien PROLANIS, termasuk pasien hipertensi tanpa diabetes melitus.
Kata Kunci: hipertensi, diabetes melitus, hipertensi-diabetes melitus, eGFR, profil lipid, PROLANIS
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hipertensi, diabetes melitus, hipertensi-diabetes melitus, eGFR, profil lipid, PROLANIS |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 03:14 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 03:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57303 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
