Maharani, Kurnia Sofi (2026) Potensi Limbah Vinasse Sebagai Substrat Pertumbuhan Shewanella sp. dan Pemodelan Nutrisinya Pada Media M9. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Kurnia Sofi Maharan.zip Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (127kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (171kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (80kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (112kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (162kB) |
Abstract
Setiap liter bioetanol yang diproduksi menghasilkan sekitar 9–14 liter
limbah vinasse yang berpotensi merusak lingkungan apabila tidak dikelola dengan
baik. Limbah vinasse tebu dari PT Madubaru Madukismo, Yogyakarta memiliki
karakteristik warna cokelat tua kehitaman akibat senyawa melanoidin, pH 4–5,
BOD 3.853,4 mg/L, dan COD 6.435,88 mg/L. Agen yang berpotensi dimanfaatkan
dalam sistem MEC untuk produksi biohidrogen menggunakan substrat limbah
vinasse yaitu bakteri eksoelektrogen Shewanella sp. Penelitian bertujuan
mengevaluasi potensi limbah vinasse sebagai substrat pertumbuhan Shewanella sp.,
mengidentifikasi metode pre-treatment yang sesuai, menentukan kebutuhan nutrisi
tambahan, serta memodelkan kinetika konsumsi glukosa pada media modifikasi
M9. Metode penelitian meliputi uji sterilitas vinasse murni, pre-treatment (filtrasi
bertahap, adsorpsi arang aktif, koagulasi tawas), suplementasi nutrisi, dan kultivasi
dua tahap pada media M9 dengan variasi konsentrasi glukosa (0%; 0,25%; 0,5%;
dan 1%). Analisis kuantitatif menggunakan metode Lowry dan fenol-asam sulfat
untuk mengukur rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vinasse murni
tidak kompatibel sebagai substrat tunggal akibat ketidakseimbangan rasio C/N yang
ekstrem, dengan total protein 22,53% dan total glukosa hanya 0,98%. Pre-treatment
tawas 2000 ppm efektif menjernihkan warna vinasse secara visual, namun bersifat
bakterisida karena menurunkan pH menjadi 5. Suplementasi karbon eksternal dan
modifikasi sumber nitrogen belum dapat mendukung pertumbuhan Shewanella sp.
secara konsisten. Pemodelan media M9, konsentrasi glukosa 0,5% menghasilkan
kerapatan sel optimal dengan nilai akhir 14,02 MF-Units pada jam ke-60. Efisiensi
degradasi substrat tertinggi dicapai pada konsentrasi glukosa 0,25% sebesar
96,79%, sementara konsentrasi 1% memicu cekaman osmotik yang menghambat
pertumbuhan. Disimpulkan bahwa limbah vinasse memerlukan pre-treatment dan
suplementasi nutrisi sebelum dapat digunakan sebagai substrat pertumbuhan
Shewanella sp., dan konsentrasi glukosa 0,5% pada media M9 merupakan kondisi
optimal untuk mendukung pertumbuhan dan degradasi substrat. Analisis ANOVA
mengonfirmasi bahwa konsentrasi glukosa berpengaruh nyata terhadap densitas sel
dan laju degradasi substrat (P < 0,05).
Kata kunci: Shewanella sp., limbah vinasse, melanoidin, Media M9, Rasio C/N
(NO KETERSEDIAAN : 298/B.TEK/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 08:04 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 08:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57252 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
