Kusuma, Hanif Putra (2026) Potensi Kompleks Astaxanthin-Cu²⁺ dan Astaxanthin-Zn²⁺ sebagai Kandidat Agen Multi-Target Sindrom Metabolik melalui Studi In silico dan Karakterisasinya menggunakan Spektrofotometri UVVis. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Hanif Putra Kusuma.zip Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
10. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (265kB) |
Abstract
Sindrom metabolik atau metabolic syndrome (MetS) merupakan kumpulan kondisi
kesehatan yang mencakup hipertensi, obesitas sentral, resistensi insulin, dislipidemia, dan
hiperurisemia merupakan ancaman kesehatan global yang memerlukan pendekatan terapi
multi-target. Astaxanthin (Asx), pigmen karotenoid laut dengan aktivitas antioksidan tinggi,
berpotensi sebagai agen terapeutik MetS. Pembentukan kompleks Asx dengan ion logam
transisi tembaga (Cu²⁺) dan seng (Zn²⁺) secara teoritis meningkatkan stabilitas dan afinitas
pengikatan, namun evaluasi komputasional komprehensif atas kompleks ini sebagai agen
multi-target belum dilaporkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran: (1)
spektrofotometri UV-Vis (190–690 nm) untuk mengonfirmasi pembentukan kompleks Asx–
Cu²⁺ dan Asx–Zn²⁺; (2) simulasi penambatan molekuler (molecular docking) untuk
mengevaluasi afinitas pengikatan terhadap 10 reseptor kunci MetS; dan (3) simulasi dinamika
molekuler (MD) selama 10 ns pada suhu 300 K menggunakan CABS-flex 3.0 untuk menilai
stabilitas kompleks ligan-reseptor. Hasil spektrofotometri mengkonfirmasi terbentuknya
kompleks melalui pergeseran batokromik λmax ( kenaikan 1–2 nm), munculnya pita transfer
muatan (charge transfer band) pada 263 nm (Asx-Cu) dan 256 nm (Asx-Zn), serta efek
hipokromik. Simulasi molecular docking menunjukkan Asx murni dan kompleksnya memiliki
nilai energi ikatan (ΔG) lebih negatif dibandingkan obat kontrol pada sebagian besar reseptor.
Simulasi MD mengkonfirmasi stabilitas kompleks ligan-reseptor dengan nilai RMSD rata-rata
keseluruhan 2,41–2,51 Å, profil RMSF yang meredam fluktuasi residu situs aktif, serta
kekompakan geometri protein yang terjaga selama simulasi. Temuan ini mendukung potensi
Astaxanthin dan kompleks bioinorganiknya sebagai kandidat agen multi-target MetS yang
layak dikembangkan lebih lanjut secara in vitro dan in vivo.
Kata kunci: Agen multi-target, astaxanthin (Asx), ion logam transisi, reseptor, sindrom
metabolik (MetS)
(NO KETERSEDIAAN : 297/B.TEK/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 07:59 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:59 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57243 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
