DEWI, ANNISA TIARA and Prasetyo, Mujiono Hafidh and Effendy, Feri Satria Wicaksana (2026) ANALISIS RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM PENJATUHAN RECHTERLIJK PARDON TERHADAP PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Garut Nomor: 412/Pid.B/2025/PN. Grt). _033 PDN 2026. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
ANNISA TIARA DEWI_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
ANNISA TIARA DEWI_ABSTRAK.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
ANNISA TIARA DEWI_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (276kB) |
|
|
Text
ANNISA TIARA DEWI_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (237kB) |
|
|
Text
ANNISA TIARA DEWI_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (288kB) |
|
|
Text
ANNISA TIARA DEWI_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (142kB) |
|
|
Text
ANNISA TIARA DEWI_DAFPUS.pdf Download (162kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembaharuan hukum pidana nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, khususnya pengaturan mengenai rechterlijk pardon atau pemaafan hakim. Konsep ini memberikan kewenangan kepada hakim untuk tidak menjatuhkan pidana meskipun terdakwa terbukti melakukan tindak pidana, dengan mempertimbangkan ringannya perbuatan, keadaan pribadi pelaku, serta keadaan pada saat atau setelah tindak pidana dilakukan. Dalam perkara penganiayaan, penerapan konsep ini menarik untuk dikaji karena penganiayaan merupakan tindak pidana terhadap tubuh yang dapat menimbulkan kerugian bagi korban.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ratio decidendi hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Garut Nomor 412/Pid.B/2025/PN.Grt serta menilai kesesuaiannya dengan tujuan dan pedoman pemidanaan dalam KUHP Nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa hakim menjatuhkan rechterlijk pardon dengan mempertimbangkan terpenuhinya unsur penganiayaan, keadaan pribadi terdakwa, usia yang masih muda, belum pernah melakukan tindak pidana, sikap kooperatif, adanya permintaan maaf, ganti rugi, dan perdamaian dengan korban.
Kesimpulannya, pertimbangan hakim telah mencerminkan prinsip individualisasi pidana dan pendekatan humanis, tetapi masih perlu dikaji secara kritis karena akibat terhadap korban belum dipertimbangkan secara proporsional. Oleh karena itu, penerapan rechterlijk pardon perlu dilakukan secara hati-hati, objektif, dan seimbang.
Kata kunci: KUHP Nasional; Pemidanaan; Penganiayaan; Ratio Decidendi; Rechterlijk Pardon.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KUHP Nasional; Pemidanaan; Penganiayaan; Ratio Decidendi; Rechterlijk Pardon. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 04:29 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 04:29 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
