AL-FARRASY, MUHAMMAD MUMTAZ (2026) MASKULINISASI IKAN PLATY PEDANG (Xiphophorus helleri) MELALUI PERENDAMAN LARVA MENGGUNAKAN AIR KELAPA (Cocos nucifera) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA (26da270). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
|
Text
Muhammad Mumtaz Al-farrasy 26da270.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Ikan platy pedang (Xiphophorus helleri) merupakan ikan hias air tawar yang
memiliki warna dan bentuk tubuh menarik. Secara morfologi, ikan platy jantan
memiliki warna dan bentuk tubuh yang lebih unik dibandingkan betina sehingga
memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Salah satu teknik untuk meningkatkan
persentase jantan adalah maskulinisasi melalui perendaman larva. Air kelapa dapat
digunakan sebagai bahan alami karena kandungan kaliumnya berperan dalam
proses perubahan kolesterol menjadi pregnenolon yang berfungsi dalam
pembentukan hormon androgen (testosteron) selama masa diferensiasi kelamin.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perendaman air kelapa dengan
konsentrasi berbeda terhadap maskulinisasi ikan platy pedang. Metode penelitian
yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan rancangan acak lengkap
(RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A (tanpa air
kelapa), B (air kelapa 30%), C (air kelapa 50%), dan D (air kelapa 70%). Sampel
penelitian berjumlah 120 ekor larva yang diperoleh dari hasil pemijahan induk.
Perendaman dilakukan selama 12 jam pada larva yang berumur 2 hari. Pengamatan
persentase kelamin dilakukan pada umur 60 hari dengan melihat keberadaan
gonopodium, panjang sirip ekor, perbandingan panjang tubuh, serta nilai HSB (hue,
saturation, brightness). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas,
homogenitas, dan aditivitas lalu dilanjutkan uji non-parametrik Kruskal–Wallis dan
uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman air kelapa dengan
konsentrasi berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap
persentase jantan ikan platy pedang. Persentase jantan pada seluruh perlakuan
adalah 0%. Persentase intersex terbentuk pada perlakuan D sebesar 100%,
perlakuan C sebesar 94,44%±0,1, perlakuan B sebesar 88,89%±0,19, dan perlakuan
A sebesar 79,63%±0,09. Persentase betina terbentuk pada perlakuan D sebesar 0%,
perlakuan C sebesar 5,56%±5,56, perlakuan B sebesar 11,11%±11,11, dan
perlakuan A sebesar 20,37%±5,46. Kualitas air selama pemeliharaan berada pada
kisaran optimal dengan suhu 25,9–28,7°C, pH 7,1–7,5, dan DO 6,48–7,25 mg/L.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Air kelapa, androgen, maskulinisasi, perendaman, platy pedang |
| Subjects: | Fisheries And Marine Sciences |
| Divisions: | Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquaculture |
| Depositing User: | pancasila wati |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 03:04 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 03:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57202 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
