Wati, Anggy Kusuma (2026) Deteksi Bioflavor yang dihasilkan Isolat Khamir dari Ikan Peda Kembung (Rastrelliger sp.) dengan Prekursor Phenylalanine. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Anggy Kusuma Wati.zip Restricted to Repository staff only Download (14MB) | Request a copy |
|
|
Text
1.COVER.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
2.HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
4.ABSTRAK.pdf Download (116kB) |
|
|
Text
5.ABSTRACT.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
6.DAFTAR ISI.pdf Download (70kB) |
|
|
Text
9.BAB I.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
13.DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (144kB) |
Abstract
Bioflavor merupakan senyawa flavor alami yang dihasilkan melalui aktivitas
metabolisme mikroorganisme, salah satunya khamir, selama proses fermentasi. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kemampuan isolat khamir dari ikan peda kembung
(Rastrelliger sp.) dalam menghasilkan bioflavor, mengidentifikasi karakteristik gugus fungsi
senyawa hasil metabolisme menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR),
serta menentukan isolat khamir yang berpotensi menghasilkan bioflavor terbaik. Penelitian
dilakukan secara eksploratif menggunakan empat isolat khamir, yaitu AH 6.2, AH 6.4, AH
6.5, dan AH 6.7. Tahapan penelitian meliputi karakterisasi biokimia melalui uji fermentasi
gula dan uji katalase, pengukuran kurva pertumbuhan pada media non-phenylalanine dan
media dengan penambahan phenylalanine menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan
panjang gelombang 600nm, serta analisis FTIR terhadap metabolit hasil fermentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat mampu memfermentasi glukosa, sukrosa, dan
fruktosa, namun tidak mampu memfermentasi laktosa, serta menunjukkan hasil positif pada
uji katalase. Kurva pertumbuhan menunjukkan bahwa penambahan phenylalanine
meningkatkan aktivitas pertumbuhan isolat khamir, dengan isolat AH 6.4 menunjukkan nilai
absorbansi tertinggi mendekati 1,0 pada jam ke-12. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya
gugus fungsi utama berupa gugus hidroksil (O–H), C–H alifatik, karbonil (C=O), dan C–O
yang mengindikasikan keberadaan senyawa alkohol, ester, aldehid, dan asam organik hasil
metabolisme fermentasi. Berdasarkan karakteristik spektrum FTIR dan pola pertumbuhan,
isolat AH 6.4 menunjukkan potensi terbaik dalam menghasilkan bioflavor karena memiliki
intensitas puncak gugus karbonil dan C–O yang lebih jelas dibandingkan isolat lainnya.
Kata kunci: bioflavor, khamir, fermentasi, phenylalanine, FTIR.
(NO KETERSEDIAAN : 294/B.TEK/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:58 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57154 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
