Sabelia, Naca (2026) Identifikasi molekuler dan analisis in silico senyawa metabolit sekunder Teloschistes sp. dan Ramalina sp. sebagai kandidat anti-jerawat target protein inflamasi dan bakteria. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Naca Sabelia.zip Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
5. ABSTRAK.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
6. ABSTRACT.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (193kB) |
Abstract
Penggunaan terapi jerawat konvensional seperti antibiotik sering menimbulkan resistensi, sehingga
diperlukan alternatif berbasis bahan alam yang lebih aman dan efektif. Lumut kerak seperti Teloschistes
sp. dan Ramalina sp.. diketahui menghasilkan berbagai metabolit sekunder bioaktif, seperti asam usnat,
depsidone, dan senyawa fenolik yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan efektivitas senyawa metabolit
sekunder dari Teloschistes sp. dan Ramalina sp.. dalam menghambat pertumbuhan Cutibacterium acnes
dan menekan respon inflamasi, serta menganalisis kekerabatan filogenetik lichen. Penelitian dilakukan
dengan Identifikasi molekuler dengan primer MtSSU untuk menentukan kekerabatan filogenetik dan
pendekatan in silico yang meliputi molecular docking dengan aplikasi PyRx, analisis filogenetik dengan
MEGA, analisis farmakokinetik melalui SwissADME, dan PkCMS, serta toksisitas dengan ProToxIII.
Hasil penelitian didapatkan sampel Teloschistes berkerabat dekat dengan Teloschistes sieberanus dengan
nilai bootsrap 79%, sedangkan Ramalina satu klad dengan Ramalina thrausta, Ramalina farinacea, dan
Ramalina peruviana dengan nilai bootsrap 79%. α-patchoulene menunjukkan nilai binding affinity
terendah terhadap reseptor Cutibacterium acnes sebesar -8,9 kcal/ mol, sedangkan sekikaic acid, methyl
ester menunjukkan nilai binding affinity yang rendah terhadap reseptor inflamasi sebesar -7,5 kcal/mol
sehingga berpotensi lebih baik sebagai agen antiinflamasi, kedua senyawa tersebut juga memenuhi
persyaratan farmakokinetik yang paling baik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi
awal mengenai potensi metabolit sekunder lumut kerak sebagai kandidat obat alami anti jerawat.
Kata Kunci: Antibacterial, Antiinflamasi, Lichen, Molecular Docking, Pharmacokinetics
(NO KETERSEDIAAN : 290/B.TEK/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 04:08 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 04:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
