Search for collections on Undip Repository

ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING INSANG HANYUT (DRIFT GILL NET) DI PERAIRAN KOTA SEMARANG (26dpt225)

ARROSYAD, SABIL (2026) ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING INSANG HANYUT (DRIFT GILL NET) DI PERAIRAN KOTA SEMARANG (26dpt225). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Sabil Arrosyad 26dpt225.pdf] Text
Sabil Arrosyad 26dpt225.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Jaring insang hanyut (drift gill net) merupakan alat tangkap yang banyak
digunakan para nelayan dikarenakan pengoperasiannya sederhana dan biaya
operasioanl yang dikeluarkan cukup rendah. Pengoperasian jaring insang hanyut
(drift gill net) di Kota Semarang terdapat di Tambak Lorok dan Mangkang Wetan.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aspek teknis alat tangkap dan serta aspek
ekonomi dan finansial usaha alat tangkap gill net. Metode yang digunakan yaitu
metode deskriptif pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pengambilan
sampel menggunakan metode sensus. Analisis terdiri dari aspek teknis yaitu: hanging
ratio, shortening, tinggi jaring dan luas jaring, aspek ekonomi yaitu: biaya, pendapatan,
keuntungan dan analisis kelayakan finansial yaitu: Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Net
Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PPB).
Berdasarkan hasil penelitian yang didapat adalah nelayan yang mengoperasikan
menggunakan kapal kecil 1 GT dengan trip one day fishing. Komposisi hasil
tangkapan alat tangkap jaring insang hanyut (drift gill net) didominasi ikan
belanak (Mugil cephalus) dan ikan kembung (Rastrelliger Kanagurta), hasil
tangkapan sampingan atau bycatch yang didapatkan berupa terdapat selar (Caranx
melamphygus), kuro/senangin (Eleutheronema tetradactylum) dan manyung
(Arius thalassinus). Aspek teknis menghasilkan nilai hanging ratio sebesar 0.58,
shortening 42%, tinggi jaring 1.23 m dan luas jaring 117.44 m
2
dan sesuai dengan
SNI. Keuntungan pada Tambak Lorok sebesar Rp 5.057.939 dan Mangkang
Wetan sebesar Rp 6.015.855. B/C ratio pada Tambak Lorok sebesar 1,10 dan
Mangkang Wetan sebesar 1,12. NPV pada Tambak Lorok sebesar Rp 80.340.189
dan Mangkang Wetan sebesar Rp 93.538.086. IRR pada Tambak Lorok sebesar
43%, dan Mangkang Wetan sebesar 44%. Jangka waktu balik modal investasi
rata-rata usaha jaring insang hanyut (drift gill net) pada Tambak Lorok sebesar
7,97 dan Mangkang Wetan sebesar 6,42. Hasil dari analisis menunjukan bahwa
usaha jaring insang hanyut (drift gill net) di Kota Semarang dikatakan layak untuk
dilanjutkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Alat Tangkap, Jaring insang hanyut, Finansial Usaha
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Capture Fisheries
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 20 Jul 2026 03:39
Last Modified: 20 Jul 2026 03:42
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57054

Actions (login required)

View Item View Item