Rosyada, Andi Raifina Hana (2026) Eksplorasi dan Identifikasi Molekuler Bakteri Inulinolitik dari Umbi Kentang (Solanum tuberosum L.) Menggunakan Metode DNA Barcoding. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Andi Raifina Hana Rosyada.zip Restricted to Repository staff only Download (20MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (242kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Download (737kB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (188kB) |
|
|
Text
5. ABSTRACT.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
10. PENDAHULUAN.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (179kB) |
Abstract
Inulin merupakan kelompok polisakarida alami dari karbohidrat yang tersusun dari gabungan
monosakarida fruktosa, terdapat pada umbi umbian termasuk kentang (Solanum tuberosum L.).
Penelitian ini mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri inulinolitik dari umbi kentang varietas
granola. Sampel dipotong lalu didiamkan selama 10 hari, kemudian bakteri diisolasi pada
media Nutrient Agar (NA) dan diseleksi menggunakan Inulinase Selecting Medium (ISM).
Isolat potensial diukur pertumbuhan dan diuji aktivitas enzim menggunakan DNS dengan
variasi pH (5, 7, 9) dan suhu inkubasi (50°C, 55°C). Data dianalisis menggunakan ANOVA
dan Uji Tukey. Identifikasi molekuler dilakukan melalui ekstraksi DNA, amplifikasi gen 16S
rRNA (primer 27F/1492R), sekuensing, dan analisis pohon filogenetik. Hasil penelitian
menunjukan diperoleh 13 isolat bakteri tunggal yang tumbuh di media NA dengan 11 isolat
mampu tumbuh pada media ISM. Isolat I-13 menunjukan aktivitas tertinggi pada waktu
inkubasi selama 24 jam dengan aktivitas enzim sebesar 0,77 U/mL diantara 11 isolat lainnya,
menjadikannya isolat potensial. Karakterisasi morfologi Isolat I-13 mengidentifikasi koloni
berwarna krem, berbentuk bulat dengan tepi halus, serta sel berbentuk kokus Gram-positif yang
tersusun berkelompok. Isolat I-13 menunjukkan aktivitas inulinase tertinggi, mencapai 1,11
U/mL pada jam ke-12 dengan perlakuan pH 9 dan suhu 50°C. Analisis statistik membuktikan
suhu inkubasi berpengaruh nyata terhadap aktivitas enzim (optimal pada 50°C), sedangkan
variasi pH tidak menunjukan pengaruh signifikan. Identifikasi molekuler menunjukan isolat I-
13 memiliki kemiripan 100% dengan Staphylococcus xylosus strain Bt170. Hasil temuan ini
memperluas keragaman bakteri inulinolitik dan menunjukan potensi S.xylosus sebagai
kandidat inulinase untuk aplikasi industri pangan, farmasi, dan bioenergi.
Kata kunci: Kentang, Inulinase, Bakteri Inulinolitik, DNA Barcoding
(NO KETERSEDIAAN : 282/B.TEK/2026)
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Biotechnology |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 03:04 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 03:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57041 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
