Search for collections on Undip Repository

BIOMASSA, ESTIMASI SERAPAN KARBON, DAN KELIMPAHAN EPIFIT PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PULAU MARONGAN, REMBANG (26dsa215)

NINDRA, GHARIZA AUFARA (2026) BIOMASSA, ESTIMASI SERAPAN KARBON, DAN KELIMPAHAN EPIFIT PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PULAU MARONGAN, REMBANG (26dsa215). Undergraduate thesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

[thumbnail of Ghariza Aufara Nindra 26dsa215.pdf] Text
Ghariza Aufara Nindra 26dsa215.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Padang lamun merupakan ekosistem karbon biru (blue carbon) yang
signifikan karena kemampuannya dalam penyerapan karbon jangka panjang.
Namun, penurunan kondisi pesisir dan perubahan kualitas air berdampak negatif
terhadap fungsi ekosistem lamun, khususnya dalam mitigasi dampak perubahan
iklim. Studi ini bertujuan untuk menganalisis biomassa ekosistem padang lamun di
Pulau Marongan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dengan memperkirakan
penyimpanan karbon pada biomassa above ground dan below ground padang
lamun, dan menentukan kelimpahan mikroalga epifit. Peneliti melakukan survei
lapangan pada Februari 2023 dan 2024, menggunakan metode survei deskriptif
kuantitatif dan pendekatan kuadran transek. Penyimpanan karbon dihitung
menggunakan metode pengabuan (Loss on Ignition), dan kelimpahan mikroalga
epifit dianalisis menggunakan metode Sedgwick-Rafter. Kualitas air diukur sebagai
variabel pendukung meliputi kedalaman, kecerahan, pH, temperatur, dissolved
oxygen (DO), salinitas, dan intensitas cahaya. Tutupan lamun dipetakan
menggunakan teknik digitalisasi spasial dari citra Google Earth. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ekosistem padang lamun di dekat pantai Pulau Marongan
didominasi oleh lamun Enhalus acoroides. Antara tahun 2023 dan 2024, total
biomassa lamun meningkat, dengan biomassa permukaan (above ground/AG)
memberikan kontribusi lebih besar daripada biomassa bawah permukaan (below
ground/BG). Penyimpanan karbon di hamparan lamun juga meningkat dari 0,290
t/ha pada tahun 2023 menjadi 0,588 t/ha pada tahun 2024, sejalan dengan
peningkatan tutupan lamun dan produktivitas perairan. Kelimpahan organisme
epifit berkisar antara 2.500 hingga 5.334 individu/l pada tahun 2024 dan
menunjukkan korelasi negatif dengan biomassa lamun. Temuan ini menyoroti
pentingnya strategi konservasi padang lamun di Pulau Marongan sebagai penyerap
karbon, dan pentingnya melindungi serta mengelola ekosistem lamun secara
berkelanjutan untuk menjaga stabilitas iklim dan meningkatkan ketahanan pesisir.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: biomassa epifit, karbon biru, lamun, serapan karbon
Subjects: Fisheries And Marine Sciences
Divisions: Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Aquatic Resources
Depositing User: pancasila wati
Date Deposited: 20 Jul 2026 02:43
Last Modified: 20 Jul 2026 02:43
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/57029

Actions (login required)

View Item View Item